Jakarta, TopBusiness—Dampak kebijakan WFH (work from home) tiap Jumat untuk ASN (aparatur sipil negara) cenderung lebih terasa pada sektor lain dibandingkan perkantoran komersial. Pada sektor ritel, misalnya, terdapat potensi penurunan aktivitas pada hari kerja di area yang didominasi oleh perkantoran pemerintah.
“Namun, dampaknya bersifat lokal dan terbatas,” kata pakar properti dari Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam keterangan yang diterima Redaksi Majalah TopBusiness belum lama ini.
Di sektor residensial, kebijakan ini berpotensi memperkuat trennya gayanya hidupnya WFH, yang dapat meningkatkan preferensi terhadap hunian yang lebih nyaman dan luas.
Sementara itu. Sektor industri dan logistik pada dasarnya tidak terdampak oleh kebijakan ini.
Kemudian, Ferry pun mengatakan: secara keseluruhan, penting untuk menegaskan bahwa kebijakan WFH untuk ASN tidak berdampak langsung terhadap okupansi gedung kantor komersial. Lantas, tidak mengurangi permintaan secara instan.
Kebijakan itu tidak mengubah struktur pasar secara tiba-tiba.
Namun, kebijakan ini memperkuat legitimasi metode kerja hybrid. Dan bberpotensi mempengaruhi perilaku sektor swasta secara gradual. “Kebijakan tersebut pun,” Ferry mengatakan, “menjadi bagian dari tren struktural jangka panjang.”
Kebijakan WFH ASN bukanlah market driver, melainkan market signal.
“Dampaknya terhadap sektor perkantoran komersial bersifat tidak langsung, bertahap, dan lebih terkait dengan perubahan perilaku jangka panjang dibandingkan perubahan fundamental dalam jangka pendek.”
