Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan dakan bergerak sideways hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Kamis (09/4/2026) menjelaskan JCI Diperkirakan Akan Bergerak Sideways Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih tinggi pada hari Rabu (8 April): Dow +2,85%, S&P 500 +2,51%, dan Nasdaq +2,80%. Kemarin, Wall Street melonjak setelah Presiden Donald Trump menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 0,05% menjadi 4,291%, sementara Indeks Dolar AS -0,73% menjadi 99,13.
Pasar komoditas sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Rabu (8 April): Minyak mentah WTI turun 16,41% menjadi USD 94,41/bbl, minyak mentah Brent -13,29% menjadi USD 94,75/bbl, batu bara turun 6,06% menjadi USD 132,45/ton, CPO naik 2,05% menjadi MYR 4.586/ton, dan emas +0,27% menjadi USD 4.719/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Rabu (8 April): Nikkei melonjak 5,39%, dan Shanghai +2,69%.
JCI naik 4,42% menjadi 7.279,21, dengan pembelian bersih asing sebesar Rp 632,8 miliar, terdiri dari pembelian bersih Rp 573,2 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 59,6 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBRI (Rp 365,7 miliar), CUAN (Rp 284,3 miliar), dan BMRI (Rp 96,5 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di BBNI (Rp 142,7 miliar), AADI (Rp 142,5 miliar), dan BRMS (Rp 96,0 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan terbesar adalah IMPC, TLKM, dan BREN, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan lebih kecil adalah TPIA, MEGA, dan AADI.
Pagi ini, baik KOSPI (-1,02%) maupun Nikkei (0,53%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan bergerak mendatar di tengah sentimen yang beragam di pasar global,” demikian hasil riset.
