TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Ditutup Menguat Tipis, Saham Perbankan Topang Kenaikan

Agus Haryanto
9 April 2026 | 16:22
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia ditutup menguat tipis pada perdagangan Kamis (9/04/2026). IHSG naik sebesar 28,38 poin atau 0,39% ke level 7.307,58 pada akhir sesi perdagangan, setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup moderat. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 2,2 juta kali, dengan volume perdagangan mencapai kurang lebih 38 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi harian berada di kisaran Rp20,5 triliun, mencerminkan likuiditas pasar yang tetap terjaga meski belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Pergerakan saham pada penutupan perdagangan menunjukkan kecenderungan positif. Jumlah saham yang menguat tercatat lebih banyak dibandingkan yang melemah, dengan sekitar 310 saham naik, 240 saham turun, dan sisanya stagnan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan IHSG meski dalam skala terbatas.

Penguatan indeks pada akhir sesi didorong oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor perbankan. Saham BBCA menguat sekitar 1,2% ke level Rp10.250, diikuti BBRI yang naik 1,5% ke posisi Rp5.375, serta BMRI yang menguat 1,1% ke level Rp6.875. Selain itu, saham energi seperti ADRO juga mencatat kenaikan sekitar 2,3% ke level Rp2.680 dan turut memberikan kontribusi positif terhadap indeks.

Meski demikian, penguatan IHSG masih terbatas karena sebagian saham di sektor teknologi dan konsumer mengalami tekanan jual, sehingga menahan laju kenaikan indeks secara keseluruhan.

Secara analisis, kenaikan tipis IHSG mencerminkan fase konsolidasi pasar di tengah minimnya sentimen kuat. Investor cenderung bersikap selektif dan tidak agresif dalam melakukan akumulasi saham. Pergerakan indeks yang relatif sempit menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menunggu arah yang lebih jelas, baik dari faktor global seperti kebijakan suku bunga maupun dari dalam negeri seperti data ekonomi dan kinerja emiten.

BACA JUGA:   RUPST Pefindo Angkat Komisaris Baru

Likuiditas yang tetap terjaga mengindikasikan minat investor terhadap pasar saham domestik masih cukup baik. Namun, belum meratanya penguatan saham menunjukkan bahwa reli pasar belum bersifat luas dan masih bergantung pada saham-saham berkapitalisasi besar sebagai penopang utama indeks.

Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan menguat tipis, selama tidak ada tekanan eksternal yang signifikan. Investor cenderung akan memanfaatkan koreksi sebagai momentum akumulasi pada saham-saham dengan fundamental kuat.

Data AI

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Uang Primer Beredar Maret: Naik 18,3%

Next Post

Sertifikasi Mandor dan Bantuan Sekolah Jadi Program CSR Unggulan ADHI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR