Jakarta, TopBusiness – Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan.
Bekerja sama dengan Yayasan Tunasmuda Care (T.Care), HKI melaksanakan program CLEAN (Circular Learning and Empowerment for Action & Nature) secara bertahap pada Januari hingga Februari 2026 di Bank Sampah Anggrek, yang berlokasi di Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.
Sulistyorini, salah satu pengurus Bank Sampah Anggrek, menyampaikan bahwa bank sampah ini terbentuk atas inisiatif ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Susukan. “Bank Sampah Anggrek berawal dari inisiatif ibu-ibu PKK Susukan yang memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sampah di lingkungan sekitar. Seiring berjalannya waktu, kami terus berupaya agar kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Kawasan Susukan, Ciracas, sebagai bagian dari wilayah perkotaan, masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah, terutama yang berasal dari aktivitas rumah tangga. Timbunan sampah dari sumber tersebut terus meningkat, sementara kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah masih perlu diperkuat. Kondisi ini mendorong lahirnya Bank Sampah Anggrek sebagai inisiatif masyarakat untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Seiring perkembangannya, Bank Sampah Anggrek dinilai memiliki peran strategis karena telah beroperasi aktif selama 11 tahun dengan melibatkan 263 nasabah. Keberadaannya mencerminkan pengalaman, konsistensi, serta kontribusi nyata sebagai penggerak perubahan lingkungan di tengah masyarakat.
Pelaksanaan program CLEAN dilakukan secara bertahap melalui sejumlah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat aspek edukasi, infrastruktur, dan operasional dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pertama berupa CSR creative workshop yang diikuti oleh 20 ibu-ibu anggota Bank Sampah Anggrek. Melalui workshop ini, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan produk kerajinan kreatif dari sampah plastik guna meningkatkan nilai ekonomi limbah plastik.
Dari sisi infrastruktur, HKI melakukan revitalisasi area bank sampah melalui penambahan tembok, plafon, jendela, dan pintu untuk meningkatkan keamanan serta kenyamanan area kerja pengolahan sampah. Untuk mendukung operasional Bank Sampah Anggrek, HKI juga menyediakan fasilitas berupa dropbox penyimpanan sampah, karung, dan rompi lapangan bagi petugas bank sampah.
Melalui program ini, HKI tidak hanya mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah, tetapi juga berupaya menciptakan dampak ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 8 Pilar Ekonomi: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan keterampilan dan produktivitas masyarakat yang dapat mendatangkan penghasilan, serta TPB 11 Pilar Lingkungan: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan pengelolaan limbah dan penciptaan lingkungan yang lebih tertata.
Philadelphia H.H.P selaku Sekretaris Perusahaan HKI menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pengelola bank sampah. “Diharapkan dengan pelaksanaan program ini dapat membantu mengurangi limbah sampah rumah tangga di Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, serta meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui pengolahan yang produktif, sehingga dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Program CLEAN ini merupakan salah satu upaya HKI bersama T.Care untuk mendorong terbentuknya ekosistem pengelolaan limbah yang lebih terstruktur, produktif, dan berkelanjutan di tingkat masyarakat. Program ini sekaligus mencerminkan komitmen HKI dalam menghadirkan inisiatif TJSL yang tidak hanya menjawab kebutuhan di lapangan, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
