Jakarta, TopBusiness – Pembangunan stasiun kereta di kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, kini memasuki tahap akhir. Stasiun yang akan melayani pengguna KRL Commuter Line tersebut ditargetkan selesai pada Mei 2026 dan mulai dioperasikan pada Juni 2026.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengatakan pembangunan stasiun ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki akses transportasi menuju kawasan stadion sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta Utara, terutama saat berlangsungnya acara berskala besar.
Menurut Iwan, kehadiran stasiun tersebut akan memudahkan masyarakat yang datang dari berbagai wilayah untuk langsung menuju kawasan stadion menggunakan kereta tanpa harus berpindah moda transportasi.
“Stasiun ini akan memudahkan penonton dari berbagai wilayah, terutama dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok, untuk langsung mencapai lokasi tanpa perlu berganti moda transportasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan KRL dinilai sangat efektif untuk mengakomodasi pergerakan massa dalam jumlah besar. Dengan kapasitas angkut yang tinggi, moda transportasi ini dapat membawa ribuan penonton secara lebih efisien saat pertandingan atau konser besar digelar di stadion berkapasitas hingga 82.000 orang tersebut.
Selain meningkatkan mobilitas pengunjung, kehadiran stasiun ini juga diharapkan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Dengan demikian, kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan RE Martadinata dan kawasan Jakarta Utara dapat ditekan secara signifikan.
Iwan menambahkan, pembangunan stasiun tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD) di sekitar Jakarta International Stadium. Konsep ini mengintegrasikan sistem transportasi publik dengan ruang publik dan aktivitas perkotaan agar kawasan tetap hidup sepanjang waktu.
Melalui pendekatan tersebut, kawasan JIS tidak hanya difungsikan sebagai stadion, tetapi juga sebagai multipurpose venue yang dapat menampung berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, hiburan, hingga aktivitas komunitas.
“Dengan pendekatan ini, kawasan JIS diharapkan menjadi pusat kegiatan terintegrasi yang didukung akses transportasi publik yang mudah, nyaman, dan berkelanjutan,” kata Iwan.
Saat ini, kawasan stadion telah terhubung dengan sejumlah moda transportasi publik, antara lain layanan TransJakarta dan KRL Commuter Line. Selain itu, tersedia pula jembatan penyeberangan orang (JPO) sepanjang 466 meter yang menghubungkan stadion dengan kawasan Ancol.
Seluruh infrastruktur tersebut juga dirancang sejalan dengan konsep green building yang diusung JIS sebagai stadion modern yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.
