Lewat program Inclusive Learning Centre, PLN Indonesia Power UBP Priok menghadirkan layanan terapi inklusif, inovasi berbasis lingkungan, dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak serta menekan angka stunting.
Jakarta, Top Business — Komitmen dunia usaha dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang inklusif kembali ditegaskan oleh PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Priok. Melalui ajang TOP CSR Awards 2026, perusahaan ini memaparkan program unggulannya bertajuk Inclusive Learning Centre (ILC) for Golden Generation, sebuah inisiatif sosial yang berfokus pada peningkatan kualitas tumbuh kembang anak, khususnya anak berkebutuhan khusus (ABK) dan anak stunting.
Presentasi dilakukan secara daring pada Selasa (14/4/2026) oleh Donny Ureansyah, MADM PLN Indonesia Power UBP Priok, didampingi tim Community Development dan pengelola program ILC. Sementara itu, dewan juri terdiri atas Nurdizal M. Rachman (CoreBest Indonesia), Febrizal Effendi (Aspiluki), dan Teguh Imam Suyudi (TopBusiness).
“Program ILC menjadi salah satu bentuk nyata integrasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi fokus utama dunia usaha,” kata Donny.
Menjawab Tantangan SDM melalui Program Inklusif
Dalam paparannya, Donny menegaskan bahwa ILC lahir dari kebutuhan riil di masyarakat, khususnya terkait masih terbatasnya akses layanan stimulasi dan terapi bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus serta anak yang mengalami stunting.
“Program ini dirancang untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
ILC tidak hanya menyediakan layanan terapi, tetapi juga menghadirkan pendekatan komprehensif berbasis kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga pendidik, psikolog anak, hingga agen stimulasi di masyarakat.
Program ini memiliki tiga pilar utama:
- Alur rujukan stimulasi anak, sebagai sistem layanan terpadu
- NANAS (Layanan Terapi Anak Stunting), untuk intervensi langsung
- MONAS (Monitoring dan Stimulasi), untuk memastikan keberlanjutan layanan
Melalui pendekatan tersebut, penanganan anak dilakukan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Selaras dengan Agenda Nasional
Program ILC juga selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita ke-4 yang menitikberatkan pada penguatan SDM, pendidikan, dan kesehatan.
Hal ini tercermin dalam desain program yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup edukasi orang tua, pelatihan guru, hingga pemberdayaan masyarakat.
Menurut data program, hingga saat ini ILC telah melayani ratusan anak dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pembelajaran inklusif.
“Bahkan, program ini ditargetkan menjadi center of excellence atau pusat rujukan layanan terapi dan stimulasi di wilayah Jakarta Utara,” tegas Donny.
Inovasi Berbasis Lingkungan dan Circular Economy
Salah satu keunggulan program ILC terletak pada inovasi berbasis lingkungan. PLN Indonesia Power UBP Priok memanfaatkan limbah cangkang kerang dari unit desalinasi serta limbah kertas dari aktivitas administrasi menjadi Alat Peraga Edukasi (APE).
Donny mengungkapkan bahwa inovasi ini tidak hanya berdampak pada aspek pendidikan, tetapi juga lingkungan dan ekonomi.
- Penghematan biaya mencapai Rp 43,9 juta
- Pengurangan emisi sebesar 1.018,18 KgCO2eq
- Akses pembuatan APE menjadi lebih mudah dan terjangkau
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana program CSR dapat berkontribusi pada ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran anak.
Dampak Nyata: Dari Stunting hingga Kemandirian
Implementasi program ILC menunjukkan hasil yang signifikan. Salah satu indikator utama adalah peningkatan nilai Development Quotient (DQ) anak stunting.
- Rata-rata DQ meningkat dari 86 menjadi 92
- Prevalensi stunting menurun di wilayah intervensi
- Akses layanan terapi menjadi lebih terjangkau
Tidak hanya itu, program ini juga mendorong peningkatan kesadaran orang tua terhadap pentingnya gizi dan stimulasi anak.
Dari sisi ekonomi, hadirnya program pendukung seperti UMKM turut membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat.
“Program ini tidak hanya menyasar anak, tetapi juga memperkuat ekosistem keluarga dan komunitas,” kata Donny.
Tingkat Kepuasan Tinggi dan Dampak Berkelanjutan
Keberhasilan program ILC juga tercermin dari hasil survei kepuasan masyarakat yang mencapai 82,78 persen, dengan penilaian tinggi pada aspek layanan, kompetensi petugas, serta akses dan biaya.
Selain itu, program ini mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 1:4,99. “Itu menunjukkan bahwa setiap investasi sosial menghasilkan dampak hampir lima kali lipat bagi masyarakat,” tutur Donny.
Dari sisi penerima manfaat, program ini telah menjangkau ratusan individu, mulai dari anak, orang tua, hingga tenaga pendidik yang mendapatkan pelatihan dan sertifikasi.
Kolaborasi dan Replikasi Program
Keberhasilan ILC tidak lepas dari kolaborasi multipihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, NGO, dan komunitas.
Program ini juga telah direplikasi di berbagai wilayah dan menjadi rujukan bagi sejumlah institusi pendidikan serta pemerintah daerah.
Langkah ini memperkuat posisi ILC sebagai model CSR berbasis komunitas yang dapat diadopsi secara luas.
Komitmen PLN Indonesia Power terhadap ESG
Partisipasi PLN Indonesia Power UBP Priok dalam TOP CSR Awards 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan CSR dengan strategi bisnis berkelanjutan.
Sebagai perusahaan pembangkit listrik dengan kapasitas besar dan peran strategis, UBP Priok tidak hanya berfokus pada penyediaan energi, tetapi juga pada pembangunan sosial dan lingkungan.
Hal ini sejalan dengan tema TOP CSR Awards 2026, yakni “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development.”
Menuju Generasi Emas Indonesia
Melalui program Inclusive Learning Centre, PLN Indonesia Power UBP Priok menunjukkan bahwa investasi pada anak-anak hari ini adalah fondasi bagi masa depan bangsa.
Dengan pendekatan inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, program ini menjadi contoh bagaimana CSR dapat memberikan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat.
“Harapan kami, tidak ada lagi anak Indonesia yang terhambat pertumbuhannya karena keterbatasan akses,” pungkas Donny.
Upaya ini menjadi langkah konkret menuju terwujudnya generasi emas Indonesia – generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
