TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dari Desa ke Dunia Industri, Program CSR Huabao Indonesia Bantu Anak Muda Jadi Lebih Siap Kerja

Abi Abdul Jabbar Sidik
15 April 2026 | 16:31
rubrik: Ekonomi
Dari Desa ke Dunia Industri, Program CSR Huabao Indonesia Bantu Anak Muda Jadi Lebih Siap Kerja

Jakarta, TopBusiness – Upaya integrasi antara investasi industri dan pembangunan sosial kian menjadi sorotan dalam praktik bisnis modern. Di tengah tren global penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), kawasan industri tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dituntut menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Hal inilah yang ditunjukkan oleh Indonesia Huabao Industrial Park dalam ajang penjurian TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness, Rabu (15/4/2026). Melalui paparan yang disampaikan Guest Relation Division Head, Arantxa Clara Tumewu, perusahaan menegaskan komitmennya dalam mengembangkan strategi CSR yang terintegrasi dengan pembangunan kawasan industri berkelanjutan.

Clara menjelaskan bahwa pendekatan CSR perusahaan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi besar pengembangan kawasan industri global berbasis investasi hijau dan penguatan ekonomi lokal.

“Untuk pelaksanaan CSR di kawasan industri global, kami secara aktif menerapkan prinsip ESG melalui berbagai inisiatif yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Kami tidak hanya fokus pada pembangunan industri, tetapi juga memastikan bahwa kehadiran kami memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan komunitas sekitar,” ujar Clara dalam presentasinya. 

Strategi CSR Terintegrasi dengan Pengembangan Kawasan Industri

Sebagai kawasan industri yang berkembang pesat di Morowali, Sulawesi Tengah, Huabao mengedepankan strategi CSR yang selaras dengan visi pembangunan jangka panjang perusahaan.

Dengan nilai investasi yang telah mencapai sekitar USD 3 miliar dan diproyeksikan melampaui USD 10 miliar, perusahaan memanfaatkan momentum pertumbuhan tersebut untuk mendorong pembangunan sosial secara paralel.

Clara menekankan bahwa strategi CSR dijalankan melalui pendekatan kolaboratif dengan pemerintah daerah, masyarakat, serta pemangku kepentingan lokal.

“Kami secara rutin melakukan koordinasi dengan kepala desa dan pemangku kepentingan di sekitar kawasan industri. Program-program yang kami jalankan disesuaikan dengan kebutuhan lokal, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga perlindungan lingkungan. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk tumbuh bersama masyarakat,” jelas Clara. 

BACA JUGA:   Bank Sinarmas Perkuat Program CSR Berbasis Literasi dan Pangan Sehat Berkelanjutan

Implementasi tersebut mencakup berbagai kegiatan seperti penanaman mangrove, pembersihan kawasan pesisir, dukungan penanggulangan kebakaran, hingga perbaikan infrastruktur jalan.

Dalam implementasinya, Huabao tidak hanya berfokus pada program sosial simbolis, tetapi menghadirkan dampak langsung yang dapat dirasakan masyarakat.

Beberapa program utama yang dijalankan meliputi pembangunan masjid, fasilitas pendidikan, serta dukungan terhadap layanan kesehatan seperti penyediaan ambulans. Selain itu, perusahaan juga berkontribusi pada pengembangan infrastruktur strategis, termasuk perpanjangan landasan Bandara Maleo Morowali.

Di sisi ekonomi, perusahaan membuka peluang kerja besar bagi masyarakat lokal. Saat ini, lebih dari 10.000 tenaga kerja terserap, dengan dominasi hingga 90–95 persen berasal dari tenaga kerja lokal.

“Kami berkomitmen untuk membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar. Saat ini jumlah karyawan kami telah melampaui 10.000 orang dan mayoritas merupakan tenaga kerja lokal. Ini adalah bagian dari kontribusi nyata kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri,” ungkap Clara. 

Tak hanya itu, masyarakat lokal juga dilibatkan dalam rantai pasok industri, seperti penyediaan bahan pangan dan kebutuhan operasional, sehingga membuka sumber pendapatan tambahan.

Program Unggulan: Youth Empowering Chambers Cetak SDM Siap Industri

Salah satu sorotan utama dalam paparan CSR Huabao adalah program unggulan Huabao Youth Empowering Chambers, yang menjadi fokus pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sekitar kawasan industri.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan soft skill generasi muda, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, agar mampu bersaing di dunia industri.

Clara menilai bahwa kebutuhan soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan problem solving menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

“Kami melihat bahwa kebutuhan soft skill di kawasan industri sangat tinggi. Oleh karena itu, kami mengembangkan program Youth Empowering Chambers untuk membekali generasi muda dengan kemampuan seperti critical thinking, problem solving, public speaking, hingga leadership agar mereka siap masuk ke dunia kerja,” jelas Clara. 

BACA JUGA:   Optimalisasi CSR untuk ESG, SSMS Menuju World Class Sustainability

Program ini mencakup berbagai inisiatif, antara lain Chambers Elementary School, Chambers Training Center, hingga Chambers High School, dengan rencana pengembangan ke tingkat universitas.

Kurikulum yang diterapkan meliputi pelatihan public speaking, kreativitas, pengenalan industri, hingga kesiapan kerja berbasis kebutuhan industri.

Capaian Program: Ratusan Siswa Terlibat, Ribuan Pelatihan Digelar

Sejak diluncurkan pada 2023, program Youth Empowering Chambers menunjukkan capaian yang signifikan. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau ratusan pelajar di kawasan lingkar industri.

Tercatat sebanyak 136 sesi pelatihan telah dilaksanakan dengan total 447 siswa binaan dari berbagai desa di Kecamatan Bungku Barat.

Selain itu, perusahaan juga telah menyelenggarakan lebih dari 2.500 sesi pelatihan keterampilan yang menghasilkan lebih dari 1.200 tenaga profesional dan teknis.

“Sejak 2023 hingga saat ini, kami telah melaksanakan 136 pertemuan dengan total 447 siswa binaan di tiga desa sekitar kawasan industri. Kami juga memberikan sertifikasi kepada peserta yang siap kerja agar dapat langsung terserap di industri. Program ini kami jalankan secara konsisten untuk meningkatkan kualitas SDM lokal,” ujar Clara. 

Program ini juga melibatkan tenaga profesional internal sebagai mentor, sehingga terjadi transfer pengetahuan langsung dari industri kepada generasi muda.

Dengan pendekatan CSR yang komprehensif, Huabao tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Peningkatan kapasitas SDM, terbukanya lapangan kerja, serta berkembangnya ekonomi lokal menjadi indikator nyata keberhasilan program CSR yang dijalankan.

Selain itu, integrasi antara investasi industri dan pemberdayaan masyarakat dinilai mampu memperkuat daya saing daerah serta mempercepat transformasi ekonomi di wilayah Morowali.

Ke depan, Huabao Indonesia menegaskan akan terus memperluas cakupan program CSR, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri.

Tags: Indonesia Huabao Industrial ParkTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Pameran Tekstil Terbesar Se-Asia Tenggara, Indo Intertex – Inatex 2026 Resmi Dibuka

Next Post

PLN UIK Tanjung Jati B Tak Hanya Andal Pembangkit, Juga Dorong Ekonomi Petambak dan Konservasi Alam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR