Jakarta, TopBusiness – Komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial kembali ditegaskan oleh PT Permata Hijau Sawit (PHS) melalui implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR). Tak hanya bersifat filantropi, tetapi juga diarahkan pada upaya pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
PT Permata Hijau Sawit (PHS) adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang perkebunan dan proses pengolahan kelapa sawit, Refinery & Fraksinasi serta packaging cooking oil (minyak goreng kemasan). Perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit ini berlokasi di Desa Mananti, Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara (sebelumnya Tapanuli Selatan). Perusahaan ini merupakan bagian dari Permata Hijau Group (PHG) yang yang berfokus pada produksi minyak sawit terintegrasi.
Dalam aktivitasnya, PT Permata Hijau Sawit juga berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, di mana kegiatan operasional yang dijalankan tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan di sekitar perusahaan yang diimplementasikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Program CSR disusun sebagai bentuk kepedulian Perusahaan dalam menjalin hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan, khususnya masyarakat sekitar Perusahaan. Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk mengoptimalkan dampak positif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. Program CSR Permata Hijau Sawit mengacu pada 4 Pilar, yakni permata Cerdas, Permata Sehat, Permata Hijau dan Permata Ekonomi dan Sosial,” ungkap Salman Fauzi, Supervisor Sustainability/Koordinator HSE PT PHS saat presentasi dan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 secara daring pada (14/4/2026) yang dihelat majalah Top Business Jakarta.
Tahun ini, untuk pertama kalinya PT PHS ikut dalam sesi wawancara dan penjurian Top CSR Awards 2026 yang dihelat Majalah TropBusiness bekerja sama dengan beberapa konsultan CSR, GCG, binsis, serta lembaga penilai independent.
Dalam kesempatan ini, Tim PT PHS menyampaikan presentasi berjudul “Integrated CSR Strategy of PT Permata Hijau Sawit for Sustainable Impact”. Turut hadir dari PHS dalam wawancara penjurian ini, Dona Ivana (officer), David Saputra (Site pabrik), serta tim. Sedang tim juri penilai terdiri Ermon Idrus (Ketua Komite CSR LKN Asta Cita), E.Kurniawan (CEO IEC), serta Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks-MSI Group) sekaligus sebagai moderator.
Dalam paparanya disampaikan bahwaPerusahaan (PHS) menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam setiap inisiatif CSR. Pendekatan yang digunakan tidak sekadar bantuan sesaat, melainkan membangun fondasi kemandirian ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam jangka panjang.
Program CSR PT Permata Hijau Sawit dirancang dalam empat pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta ekonomi dan sosial. Keempat pilar tersebut menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat sekitar.
Pada sektor pendidikan, perusahaan menghadirkan program beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus mendorong terciptanya generasi muda yang kompeten dan berdaya saing. Tidak hanya itu, dukungan ini juga dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia lokal yang berkualitas.
Di bidang kesehatan, kepedulian perusahaan diwujudkan melalui program pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita, anak sekolah, dan ibu hamil. Program ini menjadi langkah konkret dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah di tingkat daerah.
Sementara itu, pada aspek lingkungan, perusahaan menjalankan program konservasi dan rehabilitasi terumbu karang melalui pemasangan reef ball. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui sektor perikanan dan ekowisata.
Di sisi sosial dan ekonomi, perusahaan secara aktif memberikan bantuan sosial serta mendorong pengembangan usaha masyarakat. Program ini diperkuat dengan pemberdayaan kelompok tani, perempuan, serta pelaku UMKM guna meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Menariknya, seluruh program CSR tersebut dirancang melalui pendekatan partisipatif. Masyarakat dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi, sehingga program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan. Pendekatan ini juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program yang dijalankan.
Hasilnya, tidak hanya peningkatan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat, tetapi juga terciptanya hubungan harmonis antara perusahaan dan lingkungan sekitar. Tingkat konflik sosial relatif rendah, sementara dukungan masyarakat terhadap operasional perusahaan terus meningkat.
Selain itu, berbagai program tersebut juga berhasil mendorong terbentuknya kelembagaan lokal seperti kelompok tani dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui strategi CSR yang terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Permata Hijau Sawit menunjukkan bahwa kepedulian perusahaan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari strategi bisnis berkelanjutan.
