TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja ESG Terbaik di Indonesia, ITM Andalkan Program CSR Pendidikan, Lingkungan, dan Pemberdayaan

Nurdian Akhmad
16 April 2026 | 14:23
rubrik: Business Info, CSR, Event
Kinerja ESG Terbaik di Indonesia, ITM Andalkan Program CSR Pendidikan, Lingkungan, dan Pemberdayaan

Jakarta, TopBusines – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) terus memperkuat transformasi bisnis berbasis keberlanjutan dengan mengintegrasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) ke dalam strategi perusahaan, manajemen risiko, hingga budaya kerja organisasi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan bisnis perusahaan berjalan seiring dengan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.

Strategi tersebut dipaparkan manajemen perusahaan dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2026 secara daring, Rabu (15/4/2026). Dalam sesi penjurian ini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk diwakili oleh Ignatius Wurwanto selaku Direktur ESG, Ivan Manalu sebagai Sustainability Development Head, serta Selani Sihotang dan Kevin Pradityo yang menjabat sebagai Sustainability Development Staff.

ITM dalam presentasinya menekankan bahwa implementasi ESG tidak hanya dijalankan sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi telah menjadi bagian integral dari model bisnis dan tata kelola perusahaan.

Sustainability Development Head ITM, Ivan Manalu, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki visi menjadi perusahaan energi Indonesia yang mengedepankan inovasi, teknologi, inklusi, dan keberlanjutan. Visi tersebut diterjemahkan dalam berbagai misi perusahaan, salah satunya membangun reputasi sebagai perusahaan yang terpercaya dan terkemuka melalui praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Menurut Ivan, nilai keberlanjutan diinternalisasikan kepada seluruh insan perusahaan agar setiap unit organisasi memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan tujuan bisnis yang berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa nilai keberlanjutan menjadi bagian dari budaya perusahaan. Karena itu seluruh insan ITM didorong untuk terlibat dalam berbagai aktivitas yang mendukung aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, baik di tempat kerja maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

ITM saat ini mengelola delapan wilayah tambang yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Dua tambang di bawah PT Kitadin, yakni Kitadin Embalut dan Kitadin Tandung, telah memasuki tahap penutupan tambang.

Selain bisnis pertambangan, perusahaan juga mengembangkan dua lini usaha lain yaitu energy services serta renewable energy and others sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi.

Integrasi ESG dalam Manajemen Risiko

Seiring dengan transformasi bisnis, ITM juga memperkuat pengelolaan risiko dengan mengintegrasikan isu ESG ke dalam sistem manajemen perusahaan.

Sustainability Development Staff ITM, Kevin Pradityo, menjelaskan bahwa perusahaan secara rutin melakukan materiality assessment untuk mengidentifikasi isu-isu ESG yang paling relevan dengan operasional perusahaan.

Dari proses tersebut, perusahaan mengidentifikasi 18 topik material yang kemudian dikelompokkan ke dalam lima pilar keberlanjutan. Analisis dilakukan menggunakan pedoman ISO 26000 guna memastikan respons perusahaan terhadap isu keberlanjutan sejalan dengan prinsip tanggung jawab sosial.

BACA JUGA:   ASPERAPI: Tidak Ada Pembatalan Event Akibat Efisiensi Anggaran Pemerintah

Isu-isu tersebut kemudian dimasukkan ke dalam enterprise risk register yang mencakup risiko strategis, operasional, finansial, dan kepatuhan.

“Dengan pendekatan ini, ESG tidak hanya dipandang sebagai risiko reputasi, tetapi menjadi bagian dari manajemen risiko perusahaan secara menyeluruh,” jelas Kevin.

Salah satu fokus utama perusahaan adalah pengelolaan emisi gas rumah kaca. ITM telah menetapkan target penurunan emisi jangka pendek dan jangka panjang serta menjalankan berbagai inisiatif untuk mencapainya.

Penguatan Budaya Keberlanjutan

Selain memperkuat sistem manajemen, perusahaan juga menekankan pentingnya pengembangan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung transformasi bisnis.

Sustainability Development Staff ITM, Selani Sihotang, mengatakan perusahaan menyelenggarakan berbagai pelatihan ESG bagi karyawan serta menyediakan materi pembelajaran keberlanjutan secara rutin.

Sejak Desember 2024, ITM juga menjadi bagian United Nations Global Compact dan memanfaatkan platform pembelajaran keberlanjutan melalui IGCN Academy yang dapat diakses seluruh karyawan ITM.

Pada 2025, perusahaan juga mendirikan Indonesia Digital Campus yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan talenta yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan.

Program pengembangan kapasitas tidak hanya ditujukan bagi karyawan, tetapi juga bagi mitra bisnis dan masyarakat sekitar wilayah operasional.

“Harapannya komunitas lokal juga memiliki kapasitas yang kuat dan berdaya sehingga dapat menjadi sumber daya manusia lokal yang siap berkontribusi dalam industri,” kata Selani.

Program CSR Pendidikan dan Literasi

Di bidang sosial, ITM menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pendidikan, literasi, dan pengembangan kapasitas generasi muda.

Melalui anak usahanya, PT Indominco Mandiri, perusahaan menjalankan Program Beasiswa Unggulan Desa (BUDe) yang telah berlangsung sejak 2010. Program ini memberikan dukungan biaya kuliah, biaya hidup, serta pembinaan kepada mahasiswa dari desa-desa sekitar wilayah operasional.

Program tersebut juga mendorong para alumni untuk kembali berkontribusi dalam pembangunan desa. Kisah perjalanan para penerima beasiswa kemudian didokumentasikan dalam buku berjudul Menjadi Matahari.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan inisiatif literasi masyarakat melalui kolaborasi dengan Forum Lingkar Pena.

Melalui kerja sama tersebut, IMM telah meluncurkan empat buku yang mengangkat kisah dan identitas lokal masyarakat Bontang dan Kutai Timur, yakni Cerita Rakyat dan Anak Kota Bontang, Cahaya dari Desa, Nyala di Bumi Etam, serta Jangan Mengganggu Anak Orang yang mengangkat isu anti-perundungan.

Program literasi ini bertujuan memperkuat budaya membaca, memperkaya narasi lokal, sekaligus mendorong pemberdayaan generasi muda di wilayah operasional perusahaan.

Salah satu inisiatif unggulan ITM adalah pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di 7 desa, yakni Desa Suka Damai, Kandolo, Santan Ulu, Suka Rahmat, Danau Redan, Teluk Pandan, dan Bontang Lestari. Program ini bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat lokal. Secara keseluruhan, program ini telah memberikan manfaat kepada 262 peserta.

BACA JUGA:   Kalah Perang Non Konvesional, Indonesia Kehilangan 10 Pulau

ITM juga melaksanakan Program Transformasi Guru bekerja sama dengan Sampoerna Foundation di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Program ini mencakup 7 sekolah, melibatkan 41 guru, 14 tenaga administrator sekolah serta memberikan dampak positif bagi sekitar 600 murid.

Dalam upaya memperluas akses pendidikan, ITM menyediakan berbagai program beasiswa bagi masyarakat lokal di sekitar area operasional perusahaan (IMM, TCM, BEK, dan TRUST) di Kalimantan. Program ini telah memberikan manfaat kepada 312 penerima beasiswa, membantu siswa dan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Selain itu, ITM juga memberikan beasiswa bagi anak karyawan dan anak mitra usaha, bekerja sama dengan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung. Program ini mencatat 27 penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di tiga bidang studi utama, yaitu Pertambangan, Geologi, dan Metalurgi, dengan 9 di antaranya merupakan penerima baru pada tahun 2025.

Sebagai bagian dari pengembangan talenta muda, ITM menyelenggarakan program magang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang dilaksanakan di Jakarta dan wilayah operasional di Kalimantan. Program ini melibatkan 312 peserta magang dari 60 institusi pendidikan.

Selain itu, ITM juga aktif dalam kegiatan berbagi pengetahuan melalui partisipasi dalam berbagai forum akademik dan publik. Perusahaan berperan dalam pameran buku dan seminar nasional yang membahas aspek operasional dan keberlanjutan.

Beberapa kegiatan penting antara lain penyelenggaraan seminar di Universitas Pembangunan Veteran (UPN) Yogyakarta pada Mei 2025 serta partisipasi dalam kegiatan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 10–11 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara dunia industri dan dunia akademis.

Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi

Di bidang lingkungan, ITM menjalankan berbagai program konservasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang yang melibatkan masyarakat.

Perusahaan telah melakukan reklamasi lahan bekas tambang dengan total luas sekitar 6.259 hektare. Salah satu kawasan yang dikembangkan adalah Arboretum 30 Gemilang, yaitu kawasan hutan reklamasi seluas sekitar 65 hektare yang ditanami lebih dari 40 spesies tanaman lokal seperti ulin, meranti, kapur, bangkirai, dan bayur.

Kawasan tersebut juga dikembangkan sebagai pusat edukasi lingkungan, penelitian, dan agrowisata berbasis konservasi.

Selain konservasi daratan, perusahaan juga mengembangkan arboretum bawah laut di area operasional yang mencakup transplantasi lebih dari 2.300 bibit terumbu karang dengan tingkat kelangsungan hidup sekitar 84 persen.

BACA JUGA:   Bangun Kapal, Humpuss Gaet Perusahaan Belanda

Kawasan pesisir tersebut juga memiliki padang lamun seluas sekitar 43 hektare yang berpotensi besar dalam menyerap karbon biru.

Sejumlah program CSR ITM telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Salah satu inisiatif penting adalah pemanfaatan kolam bekas tambang untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat di Kota Bontang. Program ini membantu memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.

Perusahaan juga mengembangkan program bank sampah yang mampu mengelola sekitar 7 ton sampah per hari serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai program edukasi lingkungan, kegiatan pembersihan pesisir, serta penanaman pohon yang melibatkan karyawan, masyarakat, dan institusi pendidikan.

Kinerja Bisnis dan Penghargaan ESG

Dari sisi kinerja operasional, produksi batubara ITM meningkat sekitar 4,9 persen. Sementara itu, penjualan melalui lini energy services meningkat sekitar 5,5 persen melalui anak usaha perusahaan.

Di sektor energi terbarukan, perusahaan juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan peningkatan kapasitas kontrak proyek tenaga surya hingga 99,3 persen.

Dari sisi kinerja bisnis, ITM sepanjang 2025 mencatat kinerja positif dengan pendapatan bersih sebesar US$ 1,88 miliar dan laba tahun berjalan US$ 194,7 juta.

Perusahaan juga menegaskan komitmen keberlanjutannya dengan meraih berbagai penghargaan serta mencatat ESG rating yang dilakukan Sustainalytics dengan skor 31,8  per Maret 2025 yang menjadikan ITM sebagai Terbaik 1 Indonesia dan Bisnis Global Pertambangan Batubara.

Kemudian hasil ESG Rating dari Corporate Sustainability Assessment (CSA) dengan skor 52 (per Oktober 2025) yang menjadi Terbaik 4 Peringkat Global dan FTSE Russell 3,9 per Desember 2025. Pencapaian ini memperkuat posisi ITM sebagai perusahaan energi yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.

Dalam penilaian PROPER oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, unit usaha ITM mencatat kinerja lingkungan yang baik dengan PROPER Hijau diraih oleh PT Indominco Mandiri (IMM) dan PT Jorong Barutama Greston (JBG).  Sedangkan  PT Trubaindo Coal Mining (TCM) dan PT Bharinto Ekatama (BEK) memperoleh PROPER Biru.

Tahun 2025, ITM juga meraih berbagai penghargaan keberlanjutan antara lain TOP CSR Awards 2025 – Platinum dari TopBusiness, ESG Leadership Awards 2025, Subroto Award 2025, dan Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 – Platinum. Tahun ini, ITM juga masuk kandidat peraih TOP CSR Awards 2026.

Previous Post

Hebat! Program CSR PT Bio Inti Agrindo Sukses Dongkrak Ekonomi Warga Papua

Next Post

Industri Tekstil Tumbuh 3,55% dan Surplus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR