Jakarta, BusinessNews Indonesia – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Indonesia memiliki poensi menjadi destinasi wisata kuliner unggul di mata dunia. Ada beragam makanan tradisional di seluruh nusantara yang bisa dijual ke turis mancanegara.
Saat ini, Kementer Pariwisat juga telah menetapkan lima kuliner ikon Indonesia yang dipromosikan di dunia internasional, yakni rendang, nasi goreng, soto, sate dan gado-gado. Selain itu, pemerintah juga memilih tiga destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia yakni Bali, Yogyakarta, dan Bandung.
“Tiga-tiganya kita anggap mewakili Bali, Jawa dan Sunda,” ujar Menpar Arif Yahya dalam konferensi pers Festival Jajanan Bango (FJB) 2018 di Kementerina Pariwisata, Senin (9/4/2018).
Menurut Arief, kelima kuliner nusantara itu juga kini sudah menembus pasar internasional, karena hampir semua makanan tersebut dijual di resto-resto Indonesia di luar negeri. Sebab itu, promosi kuliner nusantara yang dilakukan Kemenpar di luar negeri juga lebih mudah.
Terkait pelaksanaan Festival Jajanan Bango (FJB) 2018, Menpar berharap melalui even kuliner ini bisa menjadi media untuk mempromosikan makanan Nusantara. “Data Bekraf, kuliner ini memberikan kontribusi 32 persen dari total ekonomi kreaatif. Dan, motivasi orang berwisata salah satunya adalah kuliner,” kata Menpar.
Festival Jajanan Bango (FJB) 2018 tahun ini didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan PT Unilever Indonesia. FJB akan berlangsung di dua kota, yaitu Jakarta dan Makassar pada 14-15 April 2018 (Jakarta) dan 05-06 Mei 2018 (Makassar).
Selain itu, daya tarik wisata kuliner menjadi fortopolio bisnis pariwisata Indonesia. Antara lain culture (budaya) 60 persen, nature (alam) 35 persen, dan man made (buatan manusia) lima persen. Untuk menlgembangkannya, Kemenpar pun membentuk Tim Percepatann Perkembangan Wisata Kuliner dan Belanja. Yakni dalam mendukung pencapaian target kunjungan 17 juta wisman, dan 270 juta pergerakan wisnus pada tahun ini. Serta akan meningkat menjadi 20 juta wisman dan 275 juta wisnus tahun 2019 mendatang.
“Sejak 2005 lalu diselenggarakan, Bango ingin mengajak sebanyak mungkin pecinta kuliner mengenal dan mencintai kekayaan dan pesona kuliner indonesia. Para pengunjung akan dimanjakan dengan puluhan hidangan khas Indonesia,” ujar Penyelenggara FJB 2018, Hernie Raharja.
Di festival ini juga akan menghadirkan para wirausaha kuliner generasi baru, dalam melanjutkan regenerasi pelestarian kuliner di Indonesia. Terdapat sekitar 7000 peserta kompetisi ‘Bango Penerus Warisan Kuliner’ yang digelar atas kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada Februari hingga Maret 2018 lalu.