TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pupuk Indonesia Hitung Peluang Ekspor, Pastikan Kebutuhan Petani Terpenuhi

Nurdian Akhmad
17 April 2026 | 16:17
rubrik: Business Info
Pasokan Pupuk Dipastikan Terjaga

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) tengah menghitung peluang ekspor pupuk seiring adanya permintaan dari sejumlah negara seperti Australia, India, Filipina, dan Brasil. Namun, rencana tersebut masih dikaji secara hati-hati untuk memastikan kebutuhan pupuk petani di dalam negeri tetap aman.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan perhitungan masih dilakukan secara detail, terutama untuk memastikan waktu distribusi pupuk tidak mengganggu musim tanam di dalam negeri.

“Kita sedang hitung. Kalau hitungan harian harusnya hari ini sudah bisa. Tapi Pak Wamen tadi hitung lagi, hitung lagi,” kata Rahmad di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, secara total tahunan pasokan pupuk nasional sebenarnya mencukupi. Namun, pemerintah perlu memastikan ketersediaan pupuk tetap tepat waktu saat dibutuhkan petani.

“Kalau secara tahun ya aman kita. Tapi kita mau memastikan timingnya ini lho. Kan pupuk itu harus ada di saat dibutuhkan. Nah itu yang dipastikan tadi sama Pak Menteri. Timingnya harus pas,” ujarnya.

Rahmad menjelaskan, stok pupuk nasional saat ini berada di kisaran 1,2 juta ton. Di sisi produksi, kapasitas pabrik pupuk nasional juga cukup besar, dengan output sekitar 25 ribu ton urea per hari serta 15 ribu ton pupuk NPK per hari.

“Jadi 1–2 juta ton ditambah dengan produksi kita yang setiap hari itu untuk urea saja sekitar 25 ribu ton per hari. Ditambah untuk NPK kita itu kira-kira sekitar 15 ribu ton sehari. Jadi sangat cukup,” katanya.

Sementara itu, serapan pupuk nasional saat ini berada di kisaran 30 ribu ton per hari dan mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

“Serapan harian sudah mulai sedikit melandai, tidak setinggi di bulan Februari,” ujar Rahmad.

BACA JUGA:   Kementerian PUPR Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal

Ia menilai adanya selisih antara kapasitas produksi dengan tingkat penyerapan membuka peluang ekspor pupuk. Meski demikian, pemerintah tetap berhati-hati dengan terus memantau perkembangan konsumsi pupuk domestik yang dipengaruhi faktor cuaca dan musim tanam.

“Artinya kalau dihitung dari total kapasitas produksi harian kita dengan penyerapan pupuk harian itu terlihat ada window-nya. Tapi harus dihitung akurat, jangan sampai meleset,” katanya.

Rahmad menegaskan ekspor pupuk baru akan dilakukan setelah pemerintah memastikan kebutuhan dalam negeri benar-benar terpenuhi.

“Kalau tren konsumsi itu terus menurun, ya itu saatnya mengekspor,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menerima kunjungan duta besar dari India dan Australia untuk Indonesia. Selain itu, Filipina dan Brasil juga telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia terkait rencana impor pupuk dari Indonesia.

Tags: PT Pupuk Indonesia (Persero)
Previous Post

PTPP Tuntaskan Struktur Utama RSJPD Harapan Kita–Tokushukai Building

Next Post

IHSG Menguat Tipis Ditopang Saham Perbankan dan Energi di Tengah Konsolidasi Pasar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR