Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia mengawali perdagangan Kamis (23/4/2026) di zona hijau. Pada pembukaan, IHSG naik 22,81 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.564,42. Kenaikan ini diikuti oleh indeks LQ45 yang turut menguat 1,41 poin atau 0,19 persen ke level 757,38, mencerminkan pergerakan positif pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid.
Aktivitas perdagangan pada awal sesi terpantau cukup ramai dengan volume mencapai sekitar 2,1 miliar saham. Nilai transaksi tercatat mendekati Rp1,1 triliun dengan frekuensi transaksi sekitar 140 ribu kali. Tingginya aktivitas ini menunjukkan minat beli yang mulai kembali masuk ke pasar setelah tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya.
Penguatan IHSG pada pembukaan didorong oleh sejumlah saham unggulan, khususnya dari sektor perbankan dan telekomunikasi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tercatat menguat sekitar 1,1 persen ke posisi Rp5.725, sementara PT Bank Central Asia Tbk naik 0,6 persen ke level Rp9.925. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga mengalami kenaikan sekitar 0,7 persen ke posisi Rp6.420, diikuti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menguat 0,8 persen ke Rp3.820. Selain itu, PT Astra International Tbk turut menopang indeks dengan kenaikan sekitar 0,9 persen ke level Rp5.225.
Di sisi lain, pergerakan saham sektor energi dan komoditas cenderung bervariasi sehingga membatasi penguatan IHSG secara keseluruhan. Kondisi ini membuat laju indeks tetap terbatas meskipun berada di zona positif.
Secara analisis, kenaikan IHSG pada awal perdagangan lebih mencerminkan rebound teknikal setelah koreksi sebelumnya. Aksi beli pada saham-saham perbankan besar menjadi faktor utama penggerak indeks, didukung oleh likuiditas tinggi dan fundamental yang relatif solid. Selain itu, stabilnya sentimen global turut memberikan ruang bagi investor untuk kembali melakukan akumulasi.
Meski demikian, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati. Penguatan yang terjadi belum terlalu signifikan dan masih berpotensi mengalami fluktuasi sepanjang sesi perdagangan. Investor saat ini cenderung menunggu katalis lanjutan, baik dari data ekonomi maupun perkembangan global, sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan hari ini, dengan kecenderungan melanjutkan penguatan secara moderat selama tidak ada sentimen negatif yang signifikan.
