Jakarta, TopBusiness – Trisula Group yang dikendalikan oleh PT Trisula International Tbk (IDX: TRIS) mencatatkan kinerja terbaik sepanjang sejarah pada tahun buku 2025. Sejalan dengan capaian tersebut, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp31 miliar atau setara sekitar Rp 10 per saham.
Keputusan tersebut diambil dalam RUPS yang digelar di Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai dividen tersebut merupakan total dividen tahun buku 2025 sebelum dikurangi dividen interim yang telah dibagikan pada September 2025.
Sepanjang 2025, TRIS membukukan laba bersih sebesar Rp110,16 miliar atau tumbuh 33 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, penjualan tercatat mencapai Rp1,73 triliun, meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Manajemen menyatakan, pembagian dividen secara konsisten dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham, seiring dengan kinerja perseroan yang melampaui target.
Presiden Direktur TRIS, Widjaya Djohan, mengatakan bahwa pencapaian tersebut ditopang oleh fokus perusahaan dalam menjaga kualitas produk, penguatan sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika pasar global.
“Fokus kami dalam menjaga kualitas produk, yang didukung oleh kekuatan SDM serta kemampuan beradaptasi secara cepat, menjadi kunci keberhasilan TRIS. Dengan kontribusi ekspor yang semakin dominan dan pasar tujuan yang terdiversifikasi, kami memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan global,” ujarnya dalam keterangan persnya, Jumat (24/4/2026).
Kontribusi pasar ekspor menjadi penopang utama kinerja TRIS, dengan porsi mencapai sekitar 60 persen dari total penjualan. Diversifikasi tujuan ekspor dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga ketahanan bisnis di tengah ketidakpastian global.
Ke depan, TRIS menargetkan peningkatan kinerja melalui penguatan pasar ekspor, khususnya di kawasan Eropa dan Asia. Perseroan juga akan memperluas basis pelanggan baru, mendorong transformasi digital guna meningkatkan efisiensi produksi, serta mengembangkan portofolio produk melalui inovasi dan kustomisasi untuk memperkuat segmen business-to-business (B2B).
Dengan strategi tersebut, manajemen optimistis kinerja perseroan dapat terus tumbuh dan mencapai target yang telah ditetapkan.
