TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bisnis Pertamina Patra Niaga Hang Nadim Kinclong dan Piawai CSR Berbasiskan ESG

Albarsyah
27 April 2026 | 12:21
rubrik: Event
Bisnis Pertamina Patra Niaga Hang Nadim Kinclong dan Piawai CSR Berbasiskan ESG

foto: https://pertaminapatraniaga.com/

Jakarta, TopBusiness – Kinerja bisnis PT Pertamina Patra Niaga melalui unit operasional Hang Nadim kian menunjukkan konsistensinya, tidak hanya dalam menjaga keandalan distribusi energi penerbangan, tetapi juga dalam menjalankan program tanggung jawab sosial berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Sebagai pemasok bahan bakar avtur di Bandara Hang Nadim, perusahaan ini dinilai memiliki tata kelola bisnis yang solid dan terpercaya dalam mendukung operasional penerbangan nasional. Di sisi lain, komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang selaras dengan target Net Zero Emission (NZE).

Supervisor HSSE, Sandy Pradana, menegaskan bahwa perusahaan memiliki sejumlah program CSR unggulan yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan.

“Program kami tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga bagaimana memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, khususnya dalam mendukung transisi menuju NZE,” ujarnya dalam ajang TOP CSR Awards 2026, Senin (27/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sandy turut didampingi oleh Resti Lestari sebagai Community Development Officer dan Bagus Tri Prakosom (Community Development Officer)

Salah satu program unggulan adalah Sampan Beradat, yang dirancang untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan dan sosial di wilayah pesisir. Program ini lahir dari keprihatinan terhadap menurunnya potensi laut akibat kerusakan ekosistem serta keterbatasan peran ekonomi perempuan akibat konstruksi sosial.

Melalui program tersebut, perusahaan menginisiasi sejumlah kegiatan seperti pembentukan bank sampah, pengembangan sistem aquaponik, hingga budidaya ikan air laut. Program ini melibatkan kelompok masyarakat secara langsung, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Unit Bisnis Sosial (UBS) RT One Berseri.

Secara strategis, program Sampan Beradat dinilai relevan dalam menjawab isu material perusahaan, antara lain pemulihan sumber daya alam secara berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta pengelolaan risiko sosial. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

BACA JUGA:   Inilah Pemenang IGA 2020

Pendekatan yang digunakan bersifat global-lokal, yakni tetap mengacu pada kebijakan pusat sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Program ini juga mengadopsi prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan standar PROPER.

Dalam implementasinya, berbagai pemangku kepentingan turut dilibatkan, mulai dari pemerintah daerah seperti Kelurahan Batu Besar dan Sambau, hingga dinas terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perikanan. Selain itu, komunitas lokal seperti kelompok nelayan, karang taruna, hingga posyandu juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan program.

Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama. Kelompok nelayan Terihindo Jaya Lestari berperan dalam budidaya perikanan, UBS RT One Berseri dalam pengelolaan sampah, Poklahsar Sukses Bersama dalam pengolahan hasil panen, serta KWT Terih Jaya Lestari dalam pengembangan aquaponik.

Dari sisi capaian, program ini telah memberikan manfaat bagi sedikitnya 27 penerima manfaat dalam Program Kampung Tue Berdaye dan 150 orang dalam Program KIMARA. Bahkan, terjadi peningkatan pendapatan masyarakat hingga 20 persen atau sekitar Rp2 juta per anggota.

Selain Sampan Beradat, inovasi lain yang dikembangkan adalah Kampung Inovasi Plastik Permata Bandara, yang berfokus pada pengelolaan sampah berbasis sumber dengan melibatkan kelompok perempuan.

Program ini mengintegrasikan pengolahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk melalui metode komposting vertikultur dan cocopeat, sementara sampah anorganik dikelola bersama mitra untuk mengurangi residu.

Salah satu keunggulan program ini adalah pemanfaatan limbah kelapa dari kawasan pesisir, khususnya dari rumah makan seafood. Sebelumnya, limbah tersebut hanya menumpuk atau dibakar. Kini, limbah kelapa diolah menjadi media tanam yang mendukung urban farming, terutama di wilayah dengan karakteristik tanah bauksit seperti Batam yang kurang mampu menyimpan air.

BACA JUGA:   Topnya Bank BJB, Status BPD tapi Sudah Sehebat Bank Umum Nasional

Program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan timbulan sampah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok ibu rumah tangga.

Secara keseluruhan, kedua program CSR tersebut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan serta poin 5 tentang kesetaraan gender.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga Hang Nadim menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang adaptif terhadap prinsip ESG.

Tags: pertamina patra niagaPertamina Patra Niaga Hang Nadim
Previous Post

OJK Perpanjang Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Asuransi dan Kewajiban Pelaporan SLIK bagi Perusahaan Asuransi dan Penjaminan

Next Post

PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR