Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia pada Selasa (28/4/2026) dengan penguatan. Pada pembukaan, IHSG naik 21,95 poin atau 0,31 persen ke posisi 7.128,47. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut menguat 1,76 poin atau 0,26 persen ke level 688,50.
Aktivitas perdagangan pada awal sesi menunjukkan likuiditas yang cukup terjaga. Hingga beberapa menit pertama perdagangan, frekuensi transaksi tercatat sekitar 200 ribu kali dengan volume mencapai kisaran 3,5 hingga 4,0 miliar saham. Adapun nilai transaksi berada di rentang Rp1,2 triliun hingga Rp1,4 triliun. Pergerakan ini mencerminkan minat beli yang masih cukup solid di tengah kondisi pasar yang relatif stabil.
Penguatan IHSG pada pembukaan didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk tercatat naik sekitar Rp150 ke level Rp8.750. PT Barito Renewables Energy Tbk menguat Rp120 menjadi Rp6.300. PT Bank Central Asia Tbk naik Rp50 ke posisi Rp9.975. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menguat Rp40 ke level Rp5.850. PT Bank Mandiri Tbk naik Rp75 menjadi Rp7.425, sementara PT Barito Pacific Tbk menguat Rp20 ke posisi Rp1.250.
Kenaikan saham-saham tersebut memberikan kontribusi besar terhadap penguatan IHSG karena kapitalisasi pasarnya yang dominan. Sektor perbankan dan energi menjadi penopang utama, seiring dengan adanya aliran dana yang masuk ke saham-saham unggulan atau big caps.
Secara analisis, penguatan IHSG di awal perdagangan mencerminkan adanya technical rebound setelah sebelumnya pasar mengalami tekanan. Level 7.100 menjadi area support yang cukup kuat sehingga memicu aksi beli kembali oleh pelaku pasar. Selain itu, kondisi pasar global yang relatif stabil turut memberikan sentimen positif bagi investor domestik.
Dari sisi likuiditas, tingginya nilai transaksi sejak awal sesi menunjukkan bahwa pelaku pasar masih aktif melakukan akumulasi, terutama pada saham-saham berfundamental kuat. Pola ini umumnya mengindikasikan adanya kepercayaan investor terhadap prospek jangka pendek pasar saham.
Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 7.100 hingga 7.200 dengan kecenderungan menguat terbatas. Namun demikian, arah pergerakan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh dinamika eksternal seperti pergerakan pasar global, arus dana asing, serta perkembangan harga komoditas dunia.
Data AI
