TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Otomotif Tertekan, DRMA Optimistis Pendapatan Tumbuh 10% di 2026

Nurdian Akhmad
29 April 2026 | 11:08
rubrik: Business Info
Industri Otomotif Tertekan, DRMA Optimistis Pendapatan Tumbuh 10% di 2026

Jakarta, TopBusiness – Di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang belum mereda, PT Dharma Polimetal Tbk (IDX: DRMA) tetap menunjukkan kinerja yang solid sekaligus menjaga optimisme bisnis. Emiten manufaktur komponen otomotif ini bahkan tetap memasang target pertumbuhan pendapatan sekitar 10% sepanjang 2026.

Pada kuartal pertama 2026, PT Dharma Polimetal Tbk berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun, tumbuh 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi profitabilitas, Perseroan membukukan laba bersih Rp 144,9 miliar, naik tipis 1,5% dari Rp142,7 miliar pada kuartal pertama 2025.

Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, menilai capaian tersebut patut diapresiasi mengingat kondisi industri otomotif yang tengah menghadapi tekanan.

“Kenaikan pendapatan ini merupakan pencapaian yang pantas disyukuri di tengah isu geopolitik yang memberikan dampak negatif pada pasar manufaktur otomotif di Tanah Air,” ujarnya.

Secara struktural, kinerja DRMA masih ditopang oleh segmen kendaraan roda dua yang menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 60% terhadap total pendapatan. Sepanjang Januari–Maret 2026, segmen ini mencatatkan penjualan Rp 932,3 miliar, tumbuh tipis 0,6% secara tahunan.

Di sisi lain, segmen kendaraan roda empat justru mencatatkan pertumbuhan paling agresif. Penjualan segmen ini melonjak hingga sekitar 24% YoY menjadi Rp 391,5 miliar, dengan kontribusi sekitar 25% terhadap total pendapatan Perseroan. Lonjakan ini menjadi sinyal positif di tengah perlambatan industri otomotif secara umum.

Meski demikian, DRMA menyadari bahwa tantangan ke depan masih cukup berat. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi geopolitik, serta tekanan pada daya beli masyarakat berpotensi memengaruhi permintaan di sektor otomotif.

Namun demikian, Perseroan tetap percaya diri mampu menjaga momentum pertumbuhan. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor risiko, DRMA menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10% pada 2026.

BACA JUGA:   Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Danu Kerthi Buleleng

“Sebagai pelaku bisnis, kami dituntut untuk selalu optimis dan mampu melihat celah usaha dalam segala situasi. Untuk itu, kami sudah menyiapkan strategi untuk mencapai target tersebut,” kata Irianto.

Untuk merealisasikan target itu, DRMA mengandalkan sejumlah strategi utama, mulai dari menjaga loyalitas pelanggan hingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional. Perseroan juga akan memperketat pengendalian biaya sebagai langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian.

“Segala bentuk pengeluaran yang bisa dikategorikan sebagai pemborosan harus dihilangkan, baik di dalam maupun di luar kegiatan operasional,” tegasnya.

Dengan kombinasi strategi efisiensi dan penguatan basis pelanggan, DRMA berharap dapat tetap tumbuh berkelanjutan meskipun industri otomotif masih berada dalam tekanan. Optimisme ini sekaligus mencerminkan keyakinan Perseroan bahwa peluang tetap terbuka, bahkan di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.

Tags: industri otomotifPT Dharma Polimetal Tbk
Previous Post

Akselerasi Program Strategis dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Bentuk Satgas P3-MPPE

Next Post

Lanjutkan Tren Pertumbuhan, Laba Bersih ANTM Capai Rp3,66 Triliun di Kuartal I

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR