TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Gubernur Kalbar Apresiasi Inovasi RSJ, Dorong Transformasi Menuju Layanan Berbasis Kompetensi

Albarsyah
30 April 2026 | 14:25
rubrik: BUMD
Gubernur Kalbar Apresiasi Inovasi RSJ, Dorong Transformasi Menuju Layanan Berbasis Kompetensi

foto: https://kalbarprov.go.id/

Jakarta, TopBusiness — Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H, mengapresiasi kinerja Rumah Sakit Jiwa (RSJ) milik Pemerintah Provinsi Kalbar yang dinilai semakin inovatif serta memiliki tata kelola yang baik. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa layanan kesehatan daerah mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional.

Ia menyampaikan bahwa RSJ Kalbar ke depan akan mengalami peningkatan status dari rumah sakit kelas B menjadi kelas A. Selain itu, rumah sakit tersebut juga akan bertransformasi menjadi Rumah Sakit Berbasis Kompetensi (RSBK), yang tidak hanya memberikan layanan kesehatan jiwa, tetapi juga dilengkapi dengan layanan neurologi.

“Saya melihat capaian ini sebagai sesuatu yang patut disyukuri sekaligus dibanggakan. Ini menunjukkan bahwa unit layanan milik pemerintah daerah mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat nasional,” ujar Norsan, kepada TopBusinessid, baru-baru ini.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penghargaan dan capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan peningkatan kualitas layanan benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam mendapatkan akses kesehatan jiwa yang lebih baik.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan RSJ Kalbar tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan pembenahan tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan sumber daya manusia. Penerapan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga dinilai memberikan fleksibilitas bagi rumah sakit untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dukungan pemerintah daerah diarahkan agar rumah sakit dapat berkembang secara profesional, namun tetap berorientasi pada pelayanan publik. Kombinasi inilah yang menjadi kunci keberhasilan,” jelasnya.

Gubernur Didampingi Direktur RSJ Menerima Langsung Penghargaan TOP BUMD AWARDS 2026

Sebagai pemegang kebijakan, pemerintah daerah terus mendorong terciptanya ekosistem yang mendukung transformasi layanan kesehatan. Hal tersebut dilakukan melalui kebijakan yang tepat, penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

BACA JUGA:   HK Realtindo Berikan Penawaran Liburan Menarik “Holiday Festive” Jelang Akhir Tahun

Meski demikian, Norsan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan layanan kesehatan jiwa di Kalimantan Barat. Salah satunya adalah stigma masyarakat terhadap gangguan jiwa yang masih cukup tinggi, sehingga seringkali menghambat penanganan secara dini.

Selain itu, kondisi geografis Kalbar yang luas juga menjadi kendala dalam pemerataan akses layanan kesehatan. Tidak semua masyarakat memiliki kemudahan untuk menjangkau fasilitas kesehatan, terutama di wilayah terpencil.

“Kebutuhan layanan yang terus meningkat juga harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga kesehatan dan fasilitas yang memadai. Ini menjadi perhatian kami untuk terus ditingkatkan secara bertahap,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan agar capaian yang telah diraih tidak membuat pihak rumah sakit berpuas diri. Ia mendorong RSJ Kalbar untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan, serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia berharap RSJ dapat memperkuat perannya sebagai pusat rujukan sekaligus pengembangan layanan kesehatan jiwa di Kalimantan Barat.

Secara umum, Norsan menilai perkembangan layanan kesehatan di Kalbar menunjukkan tren positif. Sejumlah rumah sakit daerah mulai mengalami peningkatan, baik dari sisi pelayanan maupun pengelolaan.

Meski demikian, pemerataan kualitas layanan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Untuk itu, pemerintah terus mendorong peningkatan profesionalisme melalui penguatan sistem, standar pelayanan yang jelas, evaluasi berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi.

“Kami ingin memastikan seluruh rumah sakit daerah dapat berkembang secara merata dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Norsan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan dalam pembangunan kesehatan, termasuk kesehatan mental.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental dan menciptakan lingkungan yang lebih terbuka serta suportif,” pungkasnya.

Tags: Gubernur KalbarRSJ
Previous Post

DOOH Cetak Lonjakan Laba Kuartal I hingga 246%

Next Post

Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR