Jakarta, TopBusiness — Peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei menjadi momentum refleksi terhadap cita-cita Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan yang memerdekakan. Di Halmahera Barat, refleksi itu hadir dalam bentuk nyata: deru alat berat, aktivitas pekerja konstruksi, dan rangka bangunan yang perlahan menjelma menjadi ruang kelas, asrama, dan fasilitas pendukung bagi anak-anak Maluku Utara.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Sabtu (2/5/2026), untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan standar yang telah ditetapkan. “Doakan proyek pembangunan Sekolah Rakyat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Dua puluh Juni 2026, all the best,” terang Gubernur.
Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif dan terjangkau. Proyek ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera, terutama yang masuk kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
Di Maluku Utara, proyek Sekolah Rakyat dibangun di Halmahera Barat dan Halmahera Utara. Keduanya dirancang sebagai kompleks boarding school terpadu, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dilengkapi asrama dan sarana penunjang pembelajaran. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi pusat belajar yang aman, layak, dan mendorong mobilitas sosial bagi generasi muda di wilayah kepulauan.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Halmahera Barat juga mempertimbangkan karakter geografis Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan. Tantangan distribusi material dan akses menuju lokasi proyek dijawab dengan perencanaan logistik yang lebih cermat dan kerja sama erat dengan pemangku kepentingan di daerah, termasuk pemerintah kabupaten dan masyarakat sekitar.
Sebagai aksi nyata, Hutama Karya memaknai momentum ini melalui dukungan pembangunan proyek infrastruktur pendidikan dengan dimensi sosial yang kuat. Pembangunan Sekolah Rakyat ditujukan untuk menyiapkan fondasi bagi peningkatan kualitas hidup generasi yang selama ini jauh dari pusat-pusat pendidikan.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap kelancaran proyek. “Dukungan ini memperkuat sinergi antara pemerintah, khususnya pemerintah provinsi bersama BUMN dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di wilayah timur Indonesia. Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek sesuai standar mutu dan waktu yang telah ditetapkan, sehingga Sekolah Rakyat dapat segera dimanfaatkan.” ujarnya melalui siaran pers.
Hutama Karya percaya bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan seperti Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang negara bagi generasi mendatang. Dari Halmahera Barat, perusahaan berupaya ikut memastikan bahwa mimpi tentang pendidikan yang adil dan merata tidak hanya tertulis dalam teks pidato, tetapi hadir nyata dalam wujud bangunan yang dapat diakses anak-anak yang paling membutuhkan.
