Jakarta, TopBusiness — Akses menuju Ibu Kota Nusantara kini semakin singkat seiring progres pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) telah mencapai tahap fungsional. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dalam percepatan konektivitas menuju kawasan inti pemerintahan.
Pembangunan ruas ini dimulai pada 21 Desember 2023 dan mencapai tahap fungsional pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang dibuka pada 20 Desember 2025 setelah 730 hari pelaksanaan. Status fungsional ini memungkinkan ruas tol digunakan secara terbatas untuk mendukung kelancaran lalu lintas pada periode tertentu, meskipun pekerjaan konstruksi masih terus berlangsung. Selanjutnya, ruas ini kembali difungsikan pada arus Lebaran 2026 sejak 13 Maret 2026 atau setelah 813 hari pengerjaan.
Secara keseluruhan, penyelesaian proyek ditargetkan pada 31 Desember 2026 dan akan dioperasikan penuh mulai Januari 2027 setelah melalui uji kelayakan menyeluruh oleh otoritas terkait.
Ruas Tol IKN Seksi 3A-2 merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang menghubungkan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda dengan kawasan IKN serta Penajam Paser Utara. Dengan jarak tempuh sekitar 70 km, keberadaan ruas ini mampu mempercepat waktu perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman menuju IKN menjadi ±60 menit atau lebih efisien hingga 90 menit dibandingkan sebelumnya.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan jalan at-grade sepanjang 2,34 km, struktur elevated pile slab sepanjang 1,745 km, jembatan, serta Simpang Susun Karangjoang dan exit tol. Jalan dirancang dengan dua lajur dan lebar 11,25 meter menggunakan kombinasi struktur at-grade dan slab-on-pile yang disesuaikan dengan kondisi tanah di Kalimantan Timur.
Hingga saat ini, sejumlah pekerjaan lanjutan masih berlangsung, di antaranya penyelesaian pekerjaan ramp , struktur slab-on-pile , erection of steel box girders pada titik tertentu, perkerasan jalan, serta pekerjaan proteksi lereng dan beautifikasi di beberapa segmen.
Proyek ini dilaksanakan melalui kolaborasi sejumlah BUMN dengan skema Integrated Joint Operation, yaitu PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero).
Selama konstruksi, tantangan utama meliputi kondisi tanah labil ( clay shale ) yang mudah bergeser, serta curah hujan tinggi yang berdampak pada stabilitas lereng dan produktivitas pekerjaan. Hal ini diantisipasi melalui penerapan teknologi konstruksi seperti Building Information Modeling (BIM), Light Detection and Ranging (LiDAR), drone photogrammetry , serta sistem manajemen proyek berbasis digital.
Penerapan metode ini tidak hanya menjawab tantangan geografis, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, serta efisiensi waktu pelaksanaan dibandingkan metode konvensional berbasis darat.
Proyek ini melibatkan 527 tenaga kerja dengan sekitar 15% merupakan tenaga lokal Kalimantan Timur. Hutama Karya turut mendorong peningkatan kompetensi melalui pelatihan teknis dan sertifikasi profesi, dengan progres yang terus berjalan, Hutama Karya optimistis ruas Tol IKN Seksi 3A-2 akan memperkuat konektivitas kawasan Balikpapan, Samarinda, dan sekitarnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan IKN, “Fungsionalnya ruas ini menunjukkan kesiapan Hutama Karya dalam mengerjakan proyek strategis dengan kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun kondisi geografis, serta mendukung percepatan konektivitas menuju IKN,” ujarnya melalui siaran pers.
