TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Menguat Ditopang Aksi Beli dan Optimisme Pasar

Agus Haryanto
6 May 2026 | 16:33
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (6/5/2026). IHSG naik 35,36 poin atau 0,50% ke level 7.092,46. Aktivitas perdagangan tergolong aktif dengan total volume mencapai 36,51 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp17,20 triliun.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi di kisaran 7.100 sebelum terkoreksi tipis menjelang penutupan akibat aksi ambil untung. Pergerakan ini mencerminkan optimisme investor yang mulai kembali, meskipun masih diwarnai kewaspadaan terhadap potensi volatilitas jangka pendek.

Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan dengan perubahan harga ke posisi rupiah yang lebih tinggi. PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) melonjak hingga ke level sekitar Rp4.760 per saham. PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) menguat ke kisaran Rp725, sementara PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) naik ke rentang Rp106 hingga Rp126 dalam perdagangan intraday. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) juga mengalami kenaikan hingga berada di sekitar Rp380 per saham.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan dan ditutup melemah. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun ke kisaran Rp8.450, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melemah ke sekitar Rp7.000, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terkoreksi ke kisaran Rp1.600 per saham.

Kenaikan IHSG didorong oleh penguatan yang relatif merata di berbagai sektor, terutama sektor industri, bahan baku, dan konsumsi. Saham-saham berkapitalisasi besar turut menopang indeks, seiring dengan masuknya aliran dana investor yang kembali memburu aset berisiko.

Selain itu, pergerakan positif pasar global turut memberikan sentimen tambahan bagi IHSG. Stabilnya kondisi eksternal membuat investor lebih percaya diri untuk melakukan akumulasi, terutama pada saham-saham yang sebelumnya mengalami koreksi.

BACA JUGA:   RUPST PUDP Sepakat Tebar Dividen Tunai

Secara teknikal, posisi IHSG saat ini berada dalam fase konsolidasi di rentang 7.000 hingga 7.100. Level 7.100 menjadi area resistance terdekat yang masih sulit ditembus secara signifikan, sementara support berada di kisaran 6.800 hingga 6.900. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih mencari arah yang lebih kuat untuk menentukan tren selanjutnya.

Aksi ambil untung yang terjadi menjelang penutupan mengindikasikan bahwa sebagian investor memilih mengamankan keuntungan setelah IHSG kembali berada di atas level psikologis 7.000. Namun demikian, tekanan jual tersebut masih terbatas dan tidak mengubah arah tren jangka pendek yang cenderung positif.

Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terbatas. Peluang untuk menguji level 7.150 masih terbuka, namun tetap bergantung pada stabilitas sentimen global dan konsistensi aliran dana ke pasar domestik.

Data AI

Previous Post

Hasnur Group Perkuat Keberlanjutan melalui CSR, ESG, dan SDGs

Next Post

Difabel Tuli “Bersuara” Lewat Batik, Inisiatif CSR PLN IP UBP Banten 3 Lontar yang Menginspirasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR