Jakarta, TopBusiness – PT PP (Persero) Tbk (IDX: PTPP) terus memperkuat transformasi keberlanjutan dengan mencatatkan perbaikan signifikan pada ESG Risk Rating 2025 dari Sustainalytics. Emiten konstruksi dan investasi pelat merah di bawah naungan Danantara Indonesia itu membukukan skor 32,3, lebih rendah dibandingkan 36,9 pada 2024 dan 39,5 pada 2023.
Dalam metodologi Sustainalytics, penurunan skor menunjukkan tingkat risiko Environmental, Social, and Governance (ESG) yang semakin terkendali atau dikenal dengan prinsip Lower Risk is Better. Tren penurunan skor tersebut mencerminkan penguatan manajemen risiko, tata kelola perusahaan, serta integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis perseroan.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan, perbaikan skor ESG tersebut merupakan hasil dari transformasi yang dijalankan perusahaan secara bertahap dan terstruktur dalam beberapa tahun terakhir.
“Perbaikan skor Sustainalytics ini menunjukkan bahwa ESG telah terintegrasi dalam manajemen risiko dan strategi bisnis PTPP. Kami memastikan setiap proyek tidak hanya memenuhi standar kualitas konstruksi, tetapi juga memperhatikan aspek tata kelola, keselamatan, serta dampak lingkungan dan sosial,” ujar Joko dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, industri konstruksi memiliki eksposur risiko lingkungan dan sosial yang relatif tinggi, mulai dari emisi karbon, pengelolaan limbah, keselamatan kerja, hingga tata kelola rantai pasok. Karena itu, perseroan melakukan berbagai langkah penguatan untuk menekan potensi risiko ESG di seluruh lini operasional.
Sejumlah inisiatif strategis yang dijalankan antara lain pembentukan Komite ESG di tingkat korporasi, implementasi Roadmap ESG 2024–2028, integrasi ESG dalam Enterprise Risk Management (ERM), penerapan prinsip Green Construction secara sistematis, hingga digitalisasi monitoring melalui dashboard ESG dan platform GREENV.
PTPP juga menerapkan pendekatan berbasis data dan sistem manajemen terintegrasi guna memastikan implementasi ESG berjalan konsisten di setiap proyek dan unit bisnis perusahaan.
“Kami memandang ESG sebagai bagian dari sistem pengelolaan risiko perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan melakukan identifikasi, mitigasi, serta evaluasi kinerja keberlanjutan secara terukur dan transparan,” kata Joko.
Memasuki 2026, perseroan menargetkan perluasan implementasi ESG ke entitas anak usaha, penguatan pengukuran emisi Scope 1, 2, dan 3, serta peningkatan efisiensi energi dan penggunaan material pada proyek-proyek strategis.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya perusahaan memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan tren penurunan risiko ESG yang konsisten dalam tiga tahun terakhir, PTPP mempertegas posisinya sebagai perusahaan konstruksi yang fokus pada pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan risiko terintegrasi.
