Jakarta, TopBusiness—Daya konsumsi masyarakat Indonesia sejatinya cukup tangguh. Dan, hal tersebut menimbulkan sikap optimis pengembang properti PT Indonesian Paradise Property, Tbk., (kode saham: INPP) untuk terus meluncur ke bisnis pengembangan mal.
Presiden Direktur/CEO INPP, Anthoni Prabowo Susilo, mengatakan bahwa tentunya sebuah mal bisa hidup bila toko-toko di properti tersebut banyak dikunjungi konsumen.
Dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin sore, Anthony pun menjelaskan bahwa mal INPP yang berada di Kota Semarang, masih punya banyak titik kosong yang kelak bisa dikembangkan lebih lanjut. “Jadi, ke depan, masih bisa diperluas,” kata dia.
Menjawab pertanyaan wartawan Topbusiness.id usai konferensi pers tersebut, Anthony mengatakan bahwa INPP yang kini punya porsi pendapatan berulang (recurring income) berporsi besar, ke depan akan terus meningkatkan porsi tersebut.
“Kini, recurring income kami melebihi 50%. Ke depan, masih akan kami naikkan hingga 80%-an,” kata Anthony.
INPP, ia menambahkan, saat ini belum punya rencana masuk ke bisnis pengembangan rumah tapak (landed house) sekali pun pasar tersebut peluangnya besar di Indonesia. “Kekhususan kami adalah manajemen dan pengembangan aset properti seperti hotel dan mal,” kata dia.
Dalam konferensi pers tersebut, Direktur Keuangan INPP, Surina, mengatakan bahwa INPP dalam bisnisnya selalu memfokuskan ke aspek efisiensi. “Hal ini karena kita pun, saat ini, sulit memprediksi situasi [ekonomi] ke depan,” kata dia.
INPP kini diuntungkan oleh satu hal, yakni tak punya liabilitas (utang) dalam bentuk USD.
INPP pun, Surina menambahkan, kini terus mengoptimalkan aset properti yang sudah dimiliki. Sebagai contoh, penambahan jumlah kamar hotel akan digelar di Jakarta, Batam, Yogyakarta, dan lain-lain.
“Jadi, andai perang di Timur Tengah sudah selesai, kami sudah punya produk yang lebih ‘cantik’ untuk konsumen,” kata Surina.
