TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PLN UIW NTT Dorong Pertanian Berkelanjutan Melalui Program TJSL “Electrifying Agriculture”

Ahmad Churi
13 May 2026 | 10:01
rubrik: Event
PLN UIW NTT Dorong Pertanian Berkelanjutan Melalui Program TJSL “Electrifying Agriculture”

Jakarta, TopBusiness – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), salah satu unit bisnis PT PLN (Persero) yang berpusat di Kota Kupang,  tahun ini kembali masuk nominasi mengikuti wawancara penjurian untuk penghargaan “TOP CSR Awards 2026”. Sesuai tema utama “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, Tim PLN UIW NTT, kali ini membawakan materi presentasi bertema “Program Pemberian Pompa dan Instalasi Perpipaan Desa Taralodu dan Desa Wee Rena”.

Dilatarbelakangi krisis air di daerah ring I UIW NTT, Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIW NTT ini sengaja dipiih sebagai salah satu program TJSL andalan yang dipresentasi di ajang penilaian ini. Program yang dilabel “Electrifying Agriculture” melalui bantuan pompa air dan instalasi perpipaan di Desa Taralodu, Kabupaten Sumba Timur dan Desa Wee Rena, Kabupaten Sumba Barat Daya tersebut, dihadirkan sebagai solusi atas persoalan krisis air dan rendahnya produktivitas pertanian yang selama ini dihadapi masyarakat di dua wilayah tersebut.

“Program ini tidak hanya menyediakan akses air bersih untuk kebutuhan masyarakat sekitar, tetapi juga mendorong transformasi pertanian berbasis energi listrik untuk meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian yang tentu akan diharapkan bisa terus meningkatakan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan strategi TJSL PT PLN Pusat yang fokus pada tema -PLN Peduli-”, ungkap MSB Komunikasi dan TJSL PLN UIW NTT, Lidya Purba, saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP CSR Awards 2026” yang dihelat Majalah TopBusiness secara daring pada Selasa (12/05/2026) melalui zoom meeting.

Turut Hadir dalam penjurian ini dari PLN UIW NTT, di antaranya Daeng K. Ila / Asman TJSL, Novita Wulansari / Officer TJSL, Ayub Kiuk / Project Officer, Andy Nenohay / Teknik Lapangan1. Sedang Tim juri terdiri Prof. Dr.Satya Arinanto (Guru Besar FH UI),  Febrizal Efendi (Aspiluki-Kadin), Nurdizal M Rachman (Ceo Corebest Indinesia), serta Ahmad Chury Managing Editor ItWorks/ MSI Group, sekaligus sebagai moderator.

BACA JUGA:   Berbasis ESG, Donggi Senoro LNG Perkuat Konservasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal Banggai

Lebih lanjut Lidya Purba menjelaskan mengatakan, program tersebut diinisiasi oleh PLN UIW NTT yang dikordinasikan dengan para stake holder, termasuk usnur tokoh dan masyarakat sekitar, di mkana program ini dirancang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang juga terintegrasi dengan strategi bisnis peruahaan secara berkelanjutan. Terutama dalam kaitan keberadaan PLN UIW NTT yang  bertugas menyediakan, mengelola, dan mendistribusikan tenaga listrik bagi masyarakat di 22 kabupaten/kota di provinsi NTT.

Terkait program “Electrifying Agriculture”, perusahaan bukan hanya fokus pada bantuan tentang pompa air yang bekerja, tetapi energi listrik secara berkelanjutan juga mampu menggerakkan ekonomi desa, memperkuat keberlanjutan sosial, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat maupun perusahaan.

Ia menjelaskan, wilayah Sumba selama ini menghadapi tantangan geografis berupa perbukitan karst yang menyebabkan keterbatasan sumber air permukaan. Kondisi itu membuat petani hanya bisa menanam saat musim hujan, bahkan masyarakat harus membeli air tangki dengan harga mencapai Rp150 ribu per tangki.

Di Desa Taralodu, dua kelompok tani yang terdiri dari 45 petani mengelola lahan padi seluas delapan hektare yang sepenuhnya bergantung pada hujan. Sementara di Dusun Puu Tame, Desa Wee Rena, sebanyak 41 petani hanya mampu menanam sayuran satu kali dalam setahun di lahan 2,5 hektare.

Melalui program TJSL, PLN membangun dua unit pompa air, jaringan perpipaan sepanjang 1,2 kilometer, sumur bor, dua tandon air, 12 titik irigasi, serta rumah listrik untuk mendukung pengairan lahan pertanian dan akses air bersih warga.

Asisten Manager TJSL PLN UIW NTT, Daeng K. Ila menambahkan program tersebut telah mengubah pola pertanian masyarakat dari pertanian musiman menjadi lebih produktif sepanjang tahun. “Program ini mampu menghidupkan lahan tidur menjadi lahan produktif. Kini sebanyak 86 petani dapat mengelola total 10,5 hektare lahan hortikultura dengan dukungan sistem irigasi berbasis listrik,” kata Daeng.

BACA JUGA:   BPR Jwalita Trenggalek Catat Kinerja Gemilang di 2024, Ini Faktor Penopangnya!

Tercatat, produktivitas pertanian meningkat hingga 40 persen dengan tambahan pendapatan petani sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu setiap panen. Selain itu, masyarakat mulai memanfaatkan listrik untuk kegiatan produktif pertanian melalui skema Electrifying Agriculture.

 Bantuan Pelatihan

Program tersebut juga dilengkapi pelatihan pembuatan pupuk organik, pembentukan komite air, hingga penguatan akses pasar bagi hasil hortikultura masyarakat. Ke depan, PLN juga menyiapkan pengembangan UMKM berbasis hasil kebun seperti keripik sayuran sebagai strategi keberlanjutan ekonomi warga.

Dalam pelaksanaannya, PLN melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah desa, kelompok tani, Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat, pemerintah daerah, hingga mitra pasar sebagai pembeli hasil panen. Pendekatan partisipatif dilakukan sejak tahap awal melalui social mapping, sosialisasi, hingga penerapan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC).

Program ini sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, akses air bersih dan sanitasi, pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Selain memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat, PLN menilai program tersebut juga memperkuat social license to operate perusahaan di wilayah operasional. Pemanfaatan listrik untuk sektor pertanian dinilai mampu menciptakan creating shared value antara masyarakat dan perusahaan.

PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) terus berkomitmen menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat di daerah terpencil. Termasuk menyalurkan bantuan sambungan gratis listrik bagi Kepala Keluarga (KK) prasejahtera di wilayahnya. Dengan komitmen terhadap keandalan sesuai UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan standar mutu pelayanan yang ditetapkan, PLN Nusa Tenggara Timur juga menerapkan sistem Smart Grid dan SCADA untuk memastikan pasokan listrik yang stabil dan berkualitas.

Tags: PLN UIW NTT
Previous Post

Akses Tol Pattimura Dukung Pertumbuhan dan Konektivitas Salatiga

Next Post

CSAP Buka Gerai Mitra10 di Makassar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR