Jakarta, TopBusiness – Mitra Jaringan Kolaboratif Transisi Energi Asia Tenggara (SETC), sebuah jaringan regional yang terdiri dari lembaga think tanks independen dan organisasi masyarakat sipil, menegaskan kembali komitmen kolektif kami untuk memperkuat ketahanan energi melalui percepatan transisi energi yang adil dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
Demikian tercermin dari siaran pers kepada TopBusiness, di Jakarta, hari ini.
Krisis energi yang sedang berlangsung kembali menyoroti kerentanan struktural Kawasan Asia Tenggara terhadap ketergantungan pada bahan bakar fosil, khususnya di sektor listrik dan transportasi. Di seluruh kawasan, gangguan geopolitik dan volatilitas pasar mendorong terjadinya kekurangan bahan bakar, inflasi tinggi, tekanan harga listrik, serta meningkatnya beban fiskal. Dampak ini paling dirasakan oleh rumah tangga berpenghasilan rendah, usaha kecil, dan negara-negara pengimpor energi.
Meskipun pemerintah telah menerapkan langkah-langkah darurat seperti subsidi, penyesuaian pajak, dan manajemen permintaan jangka pendek, pengalaman kolektif kami menunjukkan bahwa intervensi taktis ini saja tidak cukup untuk menjamin ketahanan energi yang berkelanjutan.
SETC menegaskan bahwa ketahanan energi dan transisi energi merupakan tujuan kebijakan yang tidak dapat dipisahkan. Mengurangi ketergantungan terhadap pasar bahan bakar fosil yang volatil membutuhkan percepatan pemanfaatan energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi, dan penguatan kerja sama regional.
Perkembangan positif di tingkat nasional, termasuk peningkatan penggunaan tenaga surya, fokus baru pada efisiensi, dan meningkatnya minat terhadap perdagangan listrik lintas negara, menunjukkan bahwa krisis saat ini dapat menjadi katalis bagi reformasi struktural yang berorientasi ke masa depan.
Komitmen SETC
SETC tetap berkomitmen untuk mendukung pemerintah dan lembaga di Asia Tenggara melalui riset independen, analisis kebijakan, menyediakan platform pertemuan regional, serta dukungan pengembangan kapasitas guna mendorong pengambilan keputusan berbasis bukti demi sistem energi yang aman, terjangkau, dan rendah emisi. Dalam konteks krisis saat ini, SETC bertujuan membantu menerjemahkan respons kebijakan jangka pendek menjadi rencana transisi jangka panjang yang selaras dengan tujuan iklim dan pembangunan nasional.
Untuk tujuan ini, Inisiatif Transformasi Energi Asia Tenggara (SEA-ETI) yang diusulkan oleh SETC dapat diselaraskan dengan kebutuhan saat ini dan masa depan kawasan dalam menghadapi dinamika energi yang terus berubah. Dengan dasar keselarasan ini, SEA-ETI menjadi jembatan penting antara penanganan krisis jangka pendek dan perombakan struktural jangka panjang arsitektur energi kawasan. Dengan fokus pada ketahanan kolektif, inisiatif ini memastikan Asia Tenggara tidak hanya mampu bertahan dari volatilitas saat ini, tetapi juga dapat membangun sektor energi yang lebih kompetitif dan mandiri.
Inisiatif ini dijalankan melalui empat pilar utama yang saling memperkuat:
- Mempercepat penyebaran dan integrasi energi bersih
SEA-ETI memprioritaskan percepatan peningkatan energi terbarukan, penyimpanan energi, dan fleksibilitas sistem untuk menjawab peningkatan permintaan, isu ketergantungan impor bahan bakar, serta paparan terhadap gangguan geopolitik seperti krisis energi saat ini. SETC mendukung reformasi regulasi, penyederhanaan perizinan, dan kesiapan jaringan listrik untuk mempercepat pemanfaatan sumber energi terbarukan domestik. Selain itu, SEA-ETI mendorong perluasan Jaringan Listrik ASEAN (ASEAN Power Grid) dan perdagangan listrik lintas negara untuk meningkatkan ketahanan sistem dan solidaritas regional selama krisis.
- Membangun Asia Tenggara sebagai pusat manufaktur dan perdagangan energi bersih
SEA-ETI mendorong pendekatan regional terkoordinasi dalam industrialisasi energi bersih, dengan menyadari bahwa ketergantungan pada rantai pasok energi dan teknologi eksternal meningkatkan kerentanan saat terjadi gangguan geopolitik. SETC mendukung strategi regional untuk sektor manufaktur energi bersih, inovasi, dan rantai nilai mineral kritis yang bertanggung jawab, dengan memanfaatkan kekuatan industri yang sudah ada di Asia Tenggara dan mengutamakan sumber energi lokal. Penguatan industri energi bersih domestik dan regional dapat mengurangi ketergantungan impor, mendukung transisi ekonomi, dan meningkatkan kedaulatan energi jangka panjang.
- Memperkuat mekanisme investasi dan pembiayaan hijau
SEA-ETI mendorong ASEAN beralih menuju ekosistem investasi hijau yang terkoordinasi dan tahan terhadap tekanan fiskal akibat volatilitas harga energi. Mencerminkan wawasan para mitra terkait beban subsidi dan tekanan anggaran, SETC mendukung pengembangan platform investasi hijau tingkat ASEAN, adopsi lebih luas Taksonomi Hijau ASEAN yang selaras dengan standar global, serta instrumen pengurangan risiko untuk menarik modal swasta. Mekanisme ini penting untuk menjaga investasi di energi bersih dan efisiensi tetap berjalan bahkan di masa krisis.
- Meningkatkan koordinasi kebijakan dan pengembangan tenaga kerja
SEA-ETI menekankan bahwa ketahanan energi tidak hanya didukung oleh investasi sisi pasokan, tetapi juga oleh langkah di sisi permintaan, koordinasi kelembagaan, dan ketahanan sosial. Perspektif para mitra menyoroti pentingnya efisiensi energi, perubahan perilaku konsumsi energi, dan pengaturan kerja fleksibel dalam mengurangi permintaan bahan bakar dan meringankan tekanan fiskal selama krisis. Sejalan dengan kerangka SEA-ETI, SETC mendukung keselarasan kebijakan yang melampaui siklus kepemimpinan ASEAN, data dan standar antar negara yang lebih terbuka, pengembangan tenaga kerja, serta menjalankan strategi transisi yang adil yang memberdayakan kota, pemerintah daerah, pekerja, dan komunitas rentan.
Prioritas Bersama
Berdasarkan analisi kolektif dan pengalaman di negara mitra SETC, serta mempertimbangkan agenda SEA-ETI, SETC menyoroti empat prioritas utama:
- Mempercepat pengembangan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan impor, serta melindungi kawasan dari krisis energi di masa depan.
- Meningkatkan efisiensi energi dan menjalankan inisiatif dari sisi permintaan sebagai solusi tercepat dan paling hemat biaya untuk ketahanan terhadap krisis.
- Melindungi kelompok rentan melalui kebijakan energi yang tepat sasaran, transparan, dan berkeadilan sosial.
- Memperkuat kerja sama regional, khususnya dalam pengembangan interkoneksi listrik lintas negara, perencanaan terkoordinasi, dan transparansi data.
Melihat Ke Depan
Krisis energi saat ini merupakan momen yang menentukan untuk kawasan Asia Tenggara. Meskipun penuh tantangan, krisis ini juga memberikan peluang nyata untuk membangun masa depan energi yang lebih tangguh, terjangkau, dan berkelanjutan. Dengan bertindak tegas sekarang, melalui kepemimpinan regional yang terkoordinasi, percepatan energi terbarukan, dan kebijakan yang inklusif, kawasan ini dapat berada dalam posisi yang lebih kuat, lebih aman, dan lebih siap dalam menghadapi krisis serupa di masa depan.
SETC tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah, lembaga ASEAN, dan para pemangku kepentingan di seluruh kawasan guna mewujudkan peluang ini menjadi transformasi yang berkelanjutan.
