TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Eramet Indonesia Dorong “Act for Positive Mining” dan Pemberdayaan Perempuan dalam Perkuat CSR Berbasis ESG

Busthomi
19 May 2026 | 14:09
rubrik: CSR, Event
Eramet Indonesia Dorong “Act for Positive Mining” dan Pemberdayaan Perempuan dalam Perkuat CSR Berbasis ESG

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan tambang asal Prancis, PT Eramet Indonesia Mining, memperkuat implementasi program keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui strategi “Act for Positive Mining”.

Strategi tersebut dijalankan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam seluruh proses bisnis perusahaan, mulai dari pengelolaan operasional, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemberdayaan masyarakat.

Dalam presentasi pada ajang TOP CSR Awards 2026, Stakeholder Relation Manager Eramet Indonesia Mining, Donny Rijaluddin, menjelaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar pelengkap bisnis, melainkan bagian utama dalam pengambilan keputusan perusahaan.

“Visi kami adalah menjadi referensi dalam transformasi sumber daya mineral yang bertanggung jawab dengan tetap memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan bersama,” ujar Donny di depan dewan juri saat penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness, secara daring, Selasa (19/5/2026).

Bagi Eramet, ini adalah kali pertama mengikuti penjurian TOP CSR Awards. Dan hadir pula menDampingi Donny yakni Nandalita Alifia Atallanis sebagai Sr ESG Database Specialist, Jessica Elshad P. sebagai Sr Environmental Compliance Analyst, dan ⁠Moni Berliani S. sebagai Communications Officer.

Eramet merupakan perusahaan tambang multinasional yang berkantor pusat di Paris, Prancis, dan beroperasi di berbagai benua. Di Indonesia, Eramet hadir melalui Eramet Indonesia Mining yang berfokus pada pengembangan mineral strategis secara berkelanjutan, termasuk mendukung rantai pasok industri baterai dan kendaraan listrik global.

Perusahaan juga menjadi pemegang saham minoritas di PT Weda Bay Nickel yang beroperasi di Halmahera, Maluku Utara. Sementara itu, kantor pusat Eramet Indonesia di Jakarta dibentuk sejak 2022 untuk memastikan implementasi prinsip keberlanjutan perusahaan berjalan secara konsisten.

Donny mengatakan, strategi keberlanjutan Eramet diterapkan melalui tata kelola yang terstruktur dari level global hingga operasional di Indonesia. Di tingkat grup, arah kebijakan ESG ditetapkan langsung oleh jajaran direksi global dan dikawal oleh komite strategi keberlanjutan perusahaan.

BACA JUGA:   Perjuangan Anak demi Belajar

Adapun di Indonesia, implementasi strategi dilakukan lintas departemen dan tidak hanya menjadi tanggung jawab unit sustainability.

“Sustainability bukan hanya dijalankan oleh tim sustainability, tetapi juga didukung public affairs, communication, ethics, dan fungsi lain di perusahaan,” kata Donny.

Menurut dia, komitmen ESG di Eramet juga diintegrasikan ke dalam sistem penilaian kinerja dan bonus karyawan di seluruh level organisasi. Bahkan, bobot penilaian ESG dalam KPI perusahaan mencapai 20 persen.

“Ini menjadi pemicu agar seluruh pihak di perusahaan memiliki tanggung jawab yang sama dalam mencapai target-target ESG,” ujarnya.

Pendekatan Double Materiality

Dalam menyusun strategi keberlanjutan, Eramet menggunakan pendekatan double materiality assessment, yakni metode yang menilai isu ESG berdasarkan dampaknya terhadap bisnis sekaligus dampak perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan memetakan berbagai isu lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi kategori impact, risk, dan opportunity (IRO). Selanjutnya, isu-isu tersebut dievaluasi bersama para pemangku kepentingan untuk menentukan prioritas strategis perusahaan.

“Pendekatan ini membantu perusahaan mengidentifikasi isu ESG yang paling penting, baik dari perspektif dampak terhadap bisnis maupun dampak terhadap masyarakat dan lingkungan,” jelas Donny.

Hasil pemetaan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam roadmap CSR jangka menengah dan panjang bertajuk “Act for Positive Mining”. Roadmap tersebut memiliki tiga pilar utama, yakni Care for People, Trusted Partner for Nature, dan Transform Our Value Chain.

Perusahaan juga menetapkan target jangka panjang hingga 2035, di antaranya pengurangan emisi karbon hingga 40 persen, peningkatan praktik keberlanjutan di seluruh anak usaha, serta penciptaan dampak positif terhadap lingkungan.

Selain itu, Eramet juga memiliki CSR Roadmap 2024–2026 yang efektif memberi arah strategis di seluruh site melalui target prioritas korporat.

“Dan implementasi CSR di Indonesia ini menegaskan pentingnya adaptasi terhadap konteks lokal, termasuk pendekatan community development berbasis pemberdayaan Perempuan tersebut,” kata dia.

BACA JUGA:   Hutama Karya Beri Bantuan Rp 150 Juta untuk Sekolah

Fokus pada SDM dan Kesetaraan

Pada pilar Care for People, Eramet menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Perusahaan menjalankan berbagai program kesejahteraan karyawan, pengembangan kompetensi, hingga penguatan budaya kerja inklusif.

Donny menyebutkan, saat ini sekitar 30 persen tenaga kerja Eramet Indonesia merupakan perempuan. Bahkan, 24 persen posisi manajerial telah diisi oleh perempuan.

“Kami melihat keberagaman sebagai peluang untuk membangun budaya kerja yang lebih kuat, inovatif, dan kolaboratif,” ujarnya.

Selain itu, sebanyak 98 persen karyawan Eramet Indonesia telah mengikuti diskusi pengembangan karier formal sebagai bagian dari peningkatan kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan industri pertambangan berkelanjutan.

Perusahaan juga menjalankan program Eramet Beyond Scholarship yang menyasar mahasiswa dari Indonesia Timur, khususnya Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Sulawesi.

Saat ini terdapat 42 mahasiswa penerima beasiswa, dengan lebih dari 50 persen di antaranya merupakan perempuan. Program tersebut tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga mentoring, pelatihan, dan pendampingan karier.

“Kami tidak ingin program ini hanya bersifat filantropi. Ada capacity building, mentoring, dan pembekalan dunia kerja agar para penerima manfaat siap menghadapi masa depan,” kata Donny.

Laksmi dan Penguatan Budaya Lingkungan

Selain pendidikan, Eramet juga menjalankan program pemberdayaan perempuan melalui inisiatif bertajuk LAKSMI atau Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi.

Program tersebut dimulai dengan asesmen sosial sebagai dasar penyusunan model pemberdayaan masyarakat. Dari sekitar 600 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 250 orang masuk tahap masterclass dan 150 peserta menjadi target pengembangan usaha.

Selanjutnya, sekitar 75 peserta akan mendapatkan dukungan pendanaan usaha.

Menurut Donny, program tersebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

“Lebih dari 50 persen peserta mengalami peningkatan pendapatan sekitar 50 hingga 60 persen setelah mengikuti program ini,” ujarnya.

BACA JUGA:   Dari Jalan Tanah ke Nadi Ekonomi Baru: Cara IGIP Mengubah Pesisir Morowali Jadi Pusat Pertumbuhan

Juga, kata dia, pada pilar Trusted Partner for Nature, Eramet menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan, baik di area operasional maupun di lingkungan kerja kantor.

Perusahaan menggelar berbagai kegiatan employee volunteering seperti clean up day dan kampanye pengurangan sampah plastik. Salah satu kegiatan yang dilakukan bersama Waste4Change berhasil mengumpulkan lebih dari 79 kilogram sampah, dengan hampir separuhnya berhasil didaur ulang.

Selain itu, perusahaan juga melakukan digitalisasi proses administrasi untuk mengurangi penggunaan kertas. Upaya tersebut berhasil menurunkan konsumsi kertas lebih dari 50 persen.

Eramet juga telah menghapus penggunaan botol plastik sekali pakai di lingkungan kantor sebagai bagian dari penguatan budaya kerja ramah lingkungan.

Perketat Tata Kelola Rantai Pasok

Di sisi tata kelola rantai pasok, Eramet menerapkan sistem evaluasi ketat terhadap seluruh pemasok dan mitra usaha melalui program Know Your Supplier (KYS).

Seluruh vendor diwajibkan terdaftar dalam sistem Supplier Relationship Management dan dievaluasi secara berkala berdasarkan aspek lingkungan, sosial, etika bisnis, kepatuhan regulasi, hingga intensitas emisi karbon.

“Tidak hanya memilih vendor berdasarkan kebutuhan bisnis, kami juga memastikan mereka memiliki komitmen terhadap etika dan tanggung jawab sosial,” ujar Donny.

Menurut dia, strategi keberlanjutan Eramet dijalankan melalui mekanisme pengukuran dan evaluasi berkelanjutan berbasis pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA).

Melalui sistem tersebut, perusahaan secara rutin memantau pencapaian KPI ESG, melakukan evaluasi risiko, dan memperbarui langkah-langkah perbaikan agar implementasi keberlanjutan berjalan efektif.

“ESG bagi kami bukan sekadar dokumen atau slogan yang dipajang, tetapi sesuatu yang benar-benar diimplementasikan dalam aktivitas bisnis sehari-hari,” kata Donny.

Ia menambahkan, keberhasilan program keberlanjutan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memahami kebutuhan lokal di setiap wilayah operasi.

“Setiap negara dan wilayah memiliki tantangan berbeda. Karena itu, implementasi program harus fleksibel dan relevan dengan konteks lokal agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Tags: PT Eramet Indonesia MiningTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Kemenperin-Perkosmi Perluas Kemitraan dan Rantai Pasok IKM Kosmetik

Next Post

Buka 2-3 Showroom Baru, ASLC Siapkan Capex Rp 20 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR