Jakarta, TopBusiness — PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (IDX: ASLC) terus memperkuat pemanfaatan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) guna mempercepat pertumbuhan bisnis ekosistem kendaraan bekas di Indonesia. Digitalisasi bahkan telah menjadi fondasi utama perseroan dalam menjalankan bisnis lelang maupun jual-beli mobil bekas.
Presiden Direktur ASLC, Jany Chandra, mengatakan strategi online-to-offline yang dijalankan perseroan mulai menunjukkan hasil positif di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Strategi online-to-offline kami sudah semakin dapat traction. Jumlah customer yang masuk ke website kami, yang datang ke cabang kami dan lain-lain terus meningkat. Walaupun kondisi ekonomi makro kurang mendukung, secara tren kami masih positif,” ujar Jany dalam Paparan Publik ASLC 2026, Selasa (19/6/2026).
Menurut dia, perseroan tetap optimistis kinerja bisnis pada kuartal II dan kuartal III 2026 akan terus bertumbuh seiring meningkatnya awareness masyarakat terhadap ekosistem Autopedia.
ASLC saat ini mengoperasikan ekosistem kendaraan bekas melalui bisnis lelang JBA Indonesia, platform retail Caroline.id, serta layanan pembiayaan Motogadai.
Jany mengungkapkan digitalisasi telah menjadi tulang punggung operasional perusahaan, khususnya di bisnis lelang otomotif JBA. Saat ini sekitar 85-90 persen transaksi JBA sudah dilakukan melalui platform digital.
“Sumber transaksi digital di JBA saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Sedangkan untuk Caroline.id sekitar 45 persen transaksi berasal dari platform digital,” katanya menjawab pertanyaan TopBusiness dalam paparan publik tersebut.
Menurut Jany, pemanfaatan platform digital membuat ASLC mampu mengembangkan bisnis dengan biaya tambahan yang relatif lebih rendah dibanding model konvensional.
“Kalau digital, kelebihannya skala bisnis bisa berkembang jauh lebih tinggi dengan marginal cost yang lebih rendah,” ujarnya.
Tak hanya itu, ASLC juga telah memanfaatkan teknologi AI sejak awal pengembangan bisnis, terutama untuk mendukung sistem price engine atau mesin penentuan harga kendaraan bekas.
Jany menjelaskan teknologi AI menjadi kunci penting dalam menjalankan transaksi kendaraan bekas dalam skala besar secara efisien dan akurat.
“Kunci sukses bisnis kami untuk bisa melakukan transaksi mobil bekas dalam skala ribuan secara korporasi memang tidak mungkin berjalan tanpa price engine yang andal. Fondasi pengembangan price engine itu adalah AI,” katanya.
Selain digunakan untuk menentukan harga kendaraan, ASLC juga tengah mempelajari pengembangan AI untuk fungsi bisnis lainnya. Namun, perseroan belum membeberkan detail implementasi teknologi tersebut.
