TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hadapi Ketidakpastian Global, Sektor Pariwisata Dipacu Menjadi Domestic Engine of Growth dan Sumber Devisa Nasional

Agus Haryanto
21 May 2026 | 13:18
rubrik: Business Info
Hadapi Ketidakpastian Global, Sektor Pariwisata Dipacu Menjadi Domestic Engine of Growth dan Sumber Devisa Nasional

foto: www.ekon.go.id

Jakarta, TopBusiness – Kinerja ekonomi nasional pada awal tahun 2026 menunjukkan capaian yang positif dengan pertumbuhan sebesar 5,61% (yoy) untuk Triwulan I-2026. Capaian tersebut menjadi sinyal fondasi perekonomian nasional tetap kuat di tengah dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian. Di tengah situasi global tersebut, sektor pariwisata menjadi salah satu andalan dalam mendukung perolehan devisa negara.

Sepanjang tahun 2025, jumlah perjalanan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta kunjungan dan pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren yang semakin positif dengan total mencapai 1,2 miliar perjalanan.

Pada periode awal tahun 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 3,44 juta, sedangkan perjalanan wisatawan nusantara tercatat sebesar 319 juta. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat dan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi pariwisata Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Nah untuk target pertumbuhan ekonomi 8%, target kontribusi daripada sektor parwisata adalah 5% terhadap GDP nasional dengan perolehan devisa diharapkan USD39,4 miliar. Kalau angkanya ini setara dengan ekspor utama Indonesia yaitu batubara dan sawit. Maka ini adalah domestic engine of growth yang harus kita pacu,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata Tahun 2026, Rabu (20/05) sebagaimana dilansir dari ekon.go.id.

Sektor pariwisata saat ini kian bergerak menuju paradigma baru yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif. Untuk itu, Indonesia perlu terus memperkuat kompetensi SDM, kualitas destinasi, aksesibilitas, serta konektivitas agar semakin kompetitif di tengah persaingan pariwisata global. Dalam meningkatkan kualitas pariwisata, Pemerintah mendorong orkestrasi strategis sejumlah pilar utama, salah satunya penguatan SDM pariwisata melalui peningkatan kapasitas, pelatihan, sertifikasi, vokasi, dan link and match.

BACA JUGA:   Opini WTP 17 Kali, Kemenko Perekonomian Tegaskan Komitmen Good Governance dalam Pelaksanaan Anggaran

Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong peningkatan ekosistem destinasi melalui peningkatan standar keselamatan, perbaikan aksesibilitas dan konektivitas salah satunya melalui perluasan pemberlakuan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi negara dengan pasar wisman potensial, mendorong penguatan peran Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata dan BUPP KEK, dan mendorong Indonesia Quality Tourism Fund sebagai skema pendanaan alternatif di luar skema APBN reguler.

Untuk memperkuat upaya peningkatan kualitas pariwisata tersebut, Pemerintah juga telah menetapkan 11 KEK Pariwisata untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih kondusif dan kompetitif, serta 37 bandara internasional baru sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat konektivitas.

Lebih lanjut, Airlangga menambahkan bahwa kawasan ASEAN dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, terutama melihat capaian Thailand dan Malaysia yang mampu menarik lebih dari 35 juta wisatawan mancanegara. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing destinasi wisata dan meningkatkan konektivitas serta aksesibilitas wisatawan asing. Melalui kebijakan bebas visa kunjungan, jumlah wisatawan mancanegara diharapkan meningkat hingga 2,5 juta kunjungan dengan tahap awal menyasar negara Jepang, Korea Selatan, Australia, India, Selandia Baru, Kazakhstan, Belarus, dan Makau, serta peningkatan kunjungan permanent resident di Singapura, khususnya menuju kawasan Batam, Bintan, dan Karimun sebagai salah satu pintu utama wisata regional.

Selain pengembangan destinasi wisata unggulan, percepatan penerapan single platform perizinan penyelenggaraan event juga terus didorong Pemerintah guna mempermudah pelaksanaan berbagai kegiatan berskala internasional di Indonesia. Di samping itu, promosi pariwisata berbasis film destinasi juga dinilai penting untuk memperkuat daya tarik wisata nasional.

“Saya berharap dengan kolaborasi seluruh pihak kita bisa sama-sama meningkatkan standard keamanan destinasi, memperkuat konektivitas dan aktifitas destinasi wisata, integrasi perencanaan dari tujuan pariwisata, promosi dan branding dari destinasi pariwisata dan terkait dengan pelatihan dan sertifikasi,” pungkasnya.

Tags: Kemenko Perekonomian
Previous Post

Hutama Karya melalui HK Bhirawa Jaga Keandalan Distribusi Baja Tulangan bagi Proyek Strategis Nasional

Next Post

MSI Institute Gelar Pelatihan GCG Excellence untuk Perkuat Tata Kelola BUMD dan BLUD

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR