Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia ditutup anjlok 223,55 poin atau 3,54% ke level 6.094,94 pada akhir perdagangan Kamis (21/5/2026).
Sebanyak 88 saham menguat, 663 saham melemah, dan 69 saham stagnan. Total volume perdagangan saham mencapai 34,97 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,67 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sekitar 2,1 juta kali transaksi.
Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor, terutama pada saham-saham konglomerasi, petrokimia, energi, dan perbankan besar. Saham-saham yang menjadi penekan utama IHSG antara lain:
- Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun ke posisi Rp5.800 per saham.
- Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah ke level Rp6.150 per saham.
- Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun ke posisi Rp1.020 per saham.
- Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi ke level Rp8.725 per saham.
- Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun ke posisi Rp4.020 per saham.
- Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah ke level Rp5.175 per saham.
- Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun ke posisi Rp2.680 per saham.
Pelemahan IHSG juga dibarengi tekanan pada nilai tukar rupiah yang kembali melemah ke kisaran Rp17.730 per dolar AS. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap potensi capital outflow, meningkatnya biaya impor, dan tekanan terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Secara analisis, anjloknya IHSG dipicu kombinasi sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, pasar merespons negatif meningkatnya ketidakpastian kebijakan ekonomi dan kekhawatiran terhadap arah fiskal pemerintah. Sementara dari eksternal, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan meningkatnya sikap hati-hati investor global terhadap aset emerging markets.
Secara teknikal, penurunan hingga menembus level psikologis 6.100 menunjukkan tekanan jual masih dominan. Jika sentimen negatif berlanjut, IHSG berpotensi bergerak menuju area support berikutnya di kisaran 6.000. Namun apabila terjadi rebound teknikal dan aksi beli pada saham-saham big caps, IHSG berpeluang kembali menguji area resistance di kisaran 6.200–6.250.
Data AI
