Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan melanjutkan pelemahan hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Jumat (22/5/2026) menjelaskan bahwa JCI diperkirakan turun hari ini.
Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Kamis (21 Mei): Dow Jones naik +0,55%, S&P 500 menguat +0,17%, dan Nasdaq bertambah +0,09%. Wall Street berakhir di zona hijau seiring turunnya harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, didorong oleh meningkatnya harapan bahwa konflik di Timur Tengah dapat segera mereda. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 0,35% ke level 4,570%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,17% ke 99,26.
Pasar komoditas juga mayoritas ditutup melemah pada Kamis (21 Mei): minyak mentah WTI turun 1,94% ke USD 96,35 per barel, Brent melemah 2,32% ke USD 102,58 per barel, batu bara naik 0,07% ke USD 137,55 per ton, CPO turun 2,73% ke MYR 4.458 per ton, dan emas turun tipis 0,03% ke USD 4.543 per ons.
Pasar Asia mayoritas ditutup melemah pada Kamis (21 Mei): Hang Seng turun 1,03%, Nikkei melonjak 3,14%, dan Shanghai melemah 2,04%. IHSG turun 3,54% ke level 6.094,94, dengan aksi jual bersih asing sebesar Rp544,7 miliar, terdiri dari jual bersih Rp508,0 miliar di pasar reguler dan Rp36,7 miliar di pasar negosiasi. Aksi jual bersih asing terbesar di pasar reguler terjadi pada saham ANTM (Rp204,1 miliar), BBRI (Rp145,9 miliar), dan BMRI (Rp141,5 miliar), sementara aksi beli bersih terbesar tercatat pada saham BUMI (Rp203,8 miliar), BRPT (Rp173,3 miliar), dan BRMS (Rp87,7 miliar). Saham yang menjadi penopang utama indeks adalah AMMN, INDF, dan AMRT, sedangkan saham pemberat utama adalah ASII, BRMS, dan BYAN.
Pagi ini, indeks KOSPI (+0,61%) dan Nikkei (+1,20%) dibuka menguat. Namun demikian, hari ini IHSG diperkirakan masih melanjutkan pelemahan di tengah sentimen negatif pasar terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai kurang kondusif.
