Jakarta, TopBusiness – PT Medela Potentia Tbk (IDX: MDLA), emiten kesehatan yang sejak 15 April 2025 lalu melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu, baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) beberapa waktu lalu. Salah satu hasil RUPST adalah keputusan untuk pembagian dividen tunai.
Diketahui, RUPST Perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp176,56 miliar atau setara dengan Rp12,6 per saham.
Dari Keputusan RUPST tersebut, Perseroan oun mereinci jadwal pembagian dividen tunai, yakni, untuk Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 22 Mei 2026, untuk Cum Dividen di Pasar Tunai: 26 Mei 2026, untuk Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 25 Mei 2026, untuk Ex Dividen di Pasar Tunai: 29 Mei 2026, untuk Recording Date: 26 Mei 2026, dan untuk Pembayaran Dividen Tunai direncanakan dicairkan pada 17 Juni 2026 nanti.
Seperti diketahui sebelumnya, Direktur yang juga Sekretaris Perusahaan Wimala Widjaja dalam keterangan resmi MLDA seperti dikirim ke media, pada Selasa (12/5/2026) lalu, menyampaikan terkait rinci pembagian dividen yang disetujui RUPST tersebut.
Pembagian dividen in, kata dia,i mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham secara konsisten sejak Perseroan menjadi perusahaan terbuka (Tbk).
Pada tahun sebelumnya, Perseroan membagikan dividen sebesar 40 persen dari laba bersih, sementara pada tahun buku 2025 Perseroan meningkatkan rasio pembagian dividen menjadi 45 persen dari laba bersih.
“Perseroan mempertahankan dividen reguler sebesar 40 persen dari laba bersih, sekaligus menambahkan dividen tambahan sebesar 5 persen. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp12,6 per saham, meningkat 28,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” sebut keterangan tertulis itu.
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Krestijanto Pandji dari jabatannya sebagai Direktur Utama.
Selanjutnya, RUPS mengangkat Juliwaty sebagai Direktur Utama Perseroan. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Juliwaty merupakan Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica (AAM) yang merupakan entitas anak MDLA, serta memiliki pengalaman panjang di industri kesehatan.
Wimala mengatakan perubahan susunan Direksi ini diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan Perseroan sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan dalam menghadapi dinamika industri kesehatan.
Transisi kepemimpinan ini merupakan bagian dari langkah strategis Perseroan dalam menjaga kesinambungan kinerja dan memperkuat arah pertumbuhan jangka panjang.
“Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat semakin memperkuat fondasi organisasi serta mendorong akselerasi strategi bisnis Perseroan secara berkelanjutan,” ujar Wimala.
Dengan begitu, berikut adalah susunan Direksi dan Dewan Komisaris MDLA usai RUPST:
Direksi:
- Direktur Utama: Juliwaty
- Direktur: Wimala Widjaja
- Direktur: Edbert Orotodan
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Stanley Ch. Budihardja
Komisaris Independen: Lukas Setia Atmaja, M.Sc.
