TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rupiah Kian Melemah, BI Tempuh Strategi “Around the Clock” Jaga Stabilitas

Busthomi
29 May 2026 | 18:55
rubrik: Ekonomi
Jelang Ramadhan, BI Sebut Ada Perbaikan Kinerja Penjualan Eceran

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.865 per dolar Amerika Serikat (AS), di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan tingginya kebutuhan valuta asing domestik.

Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai langkah intervensi di pasar keuangan, baik di pasar domestik maupun offshore.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan tekanan terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global yang berdampak terhadap pergerakan arus modal dan permintaan dolar AS.

“Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah,” ujar Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya.

Selain faktor eksternal, BI juga melihat adanya peningkatan kebutuhan valuta asing secara musiman di pasar domestik. Kebutuhan tersebut antara lain berasal dari pembayaran utang luar negeri (ULN) serta repatriasi dividen korporasi, sementara arus masuk dolar AS ke dalam negeri masih relatif terbatas.

Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia memastikan tetap aktif berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah melalui strategi intervensi yang dilakukan secara berkesinambungan.

“Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, around the world, around the clock,” kata Ramdan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi intervensi di pasar valuta asing dengan memanfaatkan instrumen transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

BACA JUGA:   Lima KSPN Berstatus Prioritas

Tak hanya mengandalkan intervensi pasar, Bank Indonesia juga terus memperkuat efektivitas bauran kebijakan moneternya. Salah satu langkah yang ditempuh ialah penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang lebih pro-pasar guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik di mata investor asing.

Strategi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga aliran modal asing tetap masuk ke pasar keuangan Indonesia di tengah gejolak global yang masih berlangsung.

Dari sisi pengendalian permintaan dolar AS domestik, BI juga menerapkan kebijakan baru berupa penetapan batas pembelian valuta asing terhadap rupiah tanpa underlying sebesar US$25.000 per pelaku per bulan. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Juni 2026.

Menurut BI, langkah itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan permintaan valas di pasar sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar.

Selain itu, koordinasi dengan otoritas terkait juga terus diperkuat, termasuk dalam pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar AS oleh perbankan dan korporasi yang memiliki kebutuhan valas dalam jumlah besar.

“Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia,” ujar Ramdan.

Tags: bank indonesiakurs rupiahpelemahan rupiahrupiah
Previous Post

Pelemahan Rupiah juga Dipicu Ekspor yang Lesu

Next Post

Hutama Karya Pantau Trafik Jalan Tol Trans Sumatera Selama Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila Periode 28 Mei 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR