Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan turun hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Selasa (02/6/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih tinggi pada hari Senin (1 Juni): Dow +0,09%, S&P 500 +0,26%, dan Nasdaq +0,42%. Kemarin, Wall Street mengakhiri hari dengan kenaikan karena reli teknologi besar-besaran dan antusiasme seputar kecerdasan buatan mengalahkan lonjakan awal harga minyak dan ketegangan geopolitik. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 1,3 bps menjadi 4,461%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,29% menjadi 99,14.
Pasar komoditas ditutup bervariasi pada hari Senin (1 Juni): Minyak mentah WTI naik 0,25% menjadi USD 88,90/bbl, minyak mentah Brent turun 1,04% menjadi USD 93,31/bbl, batu bara naik 2,60% menjadi USD 140,30/ton, CPO turun 0,04% menjadi MYR 4.537/ton, dan emas tetap di USD 4.484/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Senin (1 Juni): Hang Seng naik 0,86%, Nikkei naik 0,91%, dan Shanghai turun 0,27%.
Pada hari Jumat (29 Mei), JCI ditutup lebih rendah 0,05% menjadi 6.127,4, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 8.519,6 miliar; Rp -8.360,1 miliar di pasar reguler, dan Rp -159,5 miliar di pasar negosiasi. Arus keluar dana asing terbesar di pasar reguler tercatat BBCA (Rp 1.959,3 miliar), diikuti oleh TPIA (Rp 1.939,2 miliar), dan AMMN (Rp 1.610,2 miliar). Arus masuk dana asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh ASII (Rp 136,8 miliar), diikuti oleh GOTO (Rp 95,6 miliar), dan UNTR (Rp 85,2 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan terbesar adalah BREN, BRPT, PTRO, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan lebih kecil adalah BBCA, BBRI, TLKM.
Pagi ini, baik KOSPI (-0,27%) maupun Nikkei (-0,73%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun karena sentimen negatif dari pasar global dan domestik,” demikian isi riset.
