Jakarta, TopBusiness – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (IDX: WSKT) memperkuat langkah ekspansi ke pasar konstruksi Timur Tengah dengan mengandalkan pengalaman mengerjakan sejumlah proyek strategis di Arab Saudi. Perseroan saat ini menjadi salah satu kontraktor Indonesia yang memiliki lisensi operasional lengkap dan kehadiran resmi di negara tersebut.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan rekam jejak proyek yang telah dibangun di Arab Saudi menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menangkap peluang pembangunan infrastruktur di kawasan Timur Tengah.
Salah satu proyek yang pernah dikerjakan Waskita adalah renovasi area mataf atau area tawaf di sekitar Kakbah, Masjidil Haram, Makkah. Proyek yang merupakan bagian dari perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) tersebut rampung pada 2013 dengan nilai kontrak mencapai 59 juta riyal Saudi.
Menurut Ermy, renovasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas area tawaf sehingga dapat menampung lebih banyak jamaah. Setelah proyek selesai, kapasitas mataf meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sekitar 48 ribu jamaah menjadi lebih dari 105 ribu jamaah.
“Sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jamaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jamaah. Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional,” ujar Ermy dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan proyek tersebut menggunakan metode formwork slab dan cantilever beam untuk meningkatkan presisi konstruksi sekaligus mendukung efisiensi waktu dan biaya pengerjaan.
Selain proyek Mataf Masjidil Haram, Waskita juga telah menyelesaikan sejumlah proyek lain di Arab Saudi. Beberapa di antaranya adalah pembangunan King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009, King Saud Fitness College pada 2011, serta kawasan bisnis King Abdullah Financial District (KAFD) yang dikerjakan pada periode 2010–2012.
Perseroan juga pernah terlibat dalam pembangunan Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah.
Ermy menilai pengalaman tersebut semakin memperkuat posisi Waskita sebagai kontraktor nasional yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam mengerjakan proyek berskala internasional.
“Pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi memperkuat posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah berpengalaman selama 65 tahun mengerjakan lebih dari 100 infrastruktur dalam 10 tahun terakhir,” katanya.
Ke depan, Waskita berupaya memperluas portofolio proyek luar negeri, terutama di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Untuk mendukung target tersebut, perseroan menyiapkan berbagai strategi, termasuk memperkuat kemitraan strategis guna meningkatkan peluang mengikuti tender proyek-proyek infrastruktur di kawasan tersebut.
Langkah ekspansi tersebut diharapkan dapat memperbesar kontribusi proyek internasional terhadap kinerja perusahaan sekaligus memperkuat posisi Waskita di pasar konstruksi global.
