Jakarta, BusinessNews Indonesia—Sebanyak 67% masyarakat di kota besar di Indonesia merupakan pengguna ponsel (telepon selular). Pemilikan tersebut meliputi ponsel cerdas (smart phone) atau juga ponsel biasa.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Eksekutif Media Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, di Jakarta (18/4/2018), dalam paparan riset terbaru ke sejumlah wartawan.
Menjelaskan hasil survei terbaru Nielsen Adversiting Intelligence, Hellen berkata bahwa di tahun 2017, angka pemilikan ponsel cerdas sebanyak 44%. Sementara di tahun 2014 masih di 18%.
“Jadi dalam hal ini ada kenaikan tajam pemilikan ponsel cerdas,” kata dia.
Kemudian, dia mengatakan bahwa pemilikan ponsel biasa sebesar 26%. Di tahun 2014, angka itu masih di 55%.
Dengan demikian, pemilikan ponsel biasa menurun di 2017 dibandingkan di 2014. “Untuk ponsel cerdas, kebalikannya.”
Adapun orang yang sekaligus punya ponsel cerdas dan ponsel biasa, di tahun 2017 hanya sebesar 2,5%. Angka ini trennya turun dari waktu ke waktu.
“Tahun 2015, orang yang punya ponsel cerdas dan ponsel biasa, masih lebih tinggi yakni 3,9%,” kata dia.
