Jakarta, TopBusiness – Pasar aset kripto dinilai mulai memasuki fase yang lebih selektif, dengan investor semakin mencermati aset digital yang memiliki utilitas nyata dan mekanisme penciptaan nilai yang jelas.
Hal ini seperti disampaikan Head of Digital Asset PT Samuel Kripto Indonesia, Muhammad Raditya Adhimukti, dalam acara Media Connect, di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurut Raditya, pasar kripto saat ini mulai bergerak ke fase yang lebih selektif. Investor, lanjutnya, tidak lagi hanya mengandalkan momentum harga atau narasi besar, tetapi mulai menilai apakah suatu aset digital memiliki utilitas nyata, basis pengguna, serta mekanisme penciptaan nilai yang jelas.
“Pasar kripto saat ini tidak lagi berada dalam fase easy beta trade. Likuiditas masih ada, tetapi modal menjadi lebih selektif. Investor mulai mencari aset yang tidak hanya punya narasi menarik, tetapi juga memiliki penggunaan nyata dan value capture yang jelas,” ujar Raditya.
Raditya menambahkan bahwa Bitcoin masih menjadi salah satu aset utama yang diperhatikan investor global.
Dalam paparan Samuel Kripto Indonesia, Bitcoin tercatat melemah 15,7% YTD, sementara Nasdaq Composite naik 16,1% YTD, S&P 500 naik 10,7% YTD, dan IHSG melemah 29,1% YTD. Meski Public 2 volatilitas masih tinggi, Bitcoin dinilai tetap menjadi aset risiko penting di tengah rotasi lintas aset global.
“Bitcoin masih menjadi jangkar utama di pasar kripto. Walaupun secara year-to-date terkoreksi 15,7%, posisinya tetap penting karena pergerakan Bitcoin sangat dipengaruhi oleh likuiditas global, arus dana institusional, dan dinamika permintaan terhadap aset berisiko,” jelas Raditya.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah arus dana institusional melalui Spot Bitcoin ETF.
Samuel Kripto Indonesia mencatat bahwa Spot Bitcoin ETF telah menarik arus masuk bersih sekitar US$57,5 miliar sejak 2024, sehingga permintaan institusional menjadi salah satu pendorong penting bagi sentimen Bitcoin.
Ke depan, Raditya menilai narasi utilitas akan menjadi tema utama dalam siklus kripto berikutnya.
Dua sektor yang dinilai menonjol adalah Artificial Intelligence atau AI dan Real World Assets atau RWA. Namun, investor tetap perlu selektif karena tidak semua token yang membawa narasi besar otomatis memiliki fundamental yang kuat.
