Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan naik hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Senin (08/6/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Naik Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih rendah pada hari Jumat (5 Juni): Dow -1,35%, S&P 500 -2,64%, dan Nasdaq -4,18%. Nasdaq turun 4% pada hari Jumat, menandai hari terburuknya sejak April 2025 karena investor menjual saham-saham chip. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 1,28% menjadi 4,530%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,66% menjadi 100,07.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Jumat (5 Juni): minyak mentah WTI turun 2,69% menjadi USD 90,54/bbl, minyak mentah Brent turun 2,04% menjadi USD 93,09/bbl, batu bara naik 0,31% menjadi USD 147,50/ton, CPO turun 1,02% menjadi MYR 4.554/ton, dan emas turun 3,27% menjadi USD 4.328/oz.
Pasar Asia ditutup lebih rendah pada hari Jumat (5 Juni): Hang Seng turun 1,15%, Nikkei turun 1,31%, dan Shanghai turun 0,74%.
JCI turun 4,20% menjadi 5.594,77, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 3.731,1 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 3.718,7 miliar di pasar reguler dan penjualan bersih Rp 12,4 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di TPIA (Rp 1.137,1 miliar), BBCA (Rp 1.101,4 miliar), dan BMRI (Rp 235,7 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di WIFI (Rp 21,3 miliar), DEWA (Rp 19,0 miliar), dan TINS (Rp 15,2 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan utama adalah SMMA, MDKA, dan EMAS, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan tertinggal adalah BBCA, BREN, dan TLKM.
Pagi ini, baik KOSPI (-4,99%) maupun Nikkei (-2,92%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan bergerak lebih tinggi didukung oleh pemulihan setelah penurunan tajam baru-baru ini,” demikian isi riset.
