Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (9/6/2026) di zona hijau. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat 2,55 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.344,69.
Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut mengalami kenaikan sebesar 1,22 poin atau 0,23 persen ke level 528,30.
Pada awal perdagangan, pergerakan IHSG ditopang oleh aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam. Pelaku pasar memanfaatkan koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya untuk melakukan akumulasi saham-saham unggulan, khususnya di sektor perbankan dan industri.
Hingga beberapa menit setelah pembukaan perdagangan, aktivitas transaksi terpantau cukup aktif. Volume perdagangan mencapai ratusan juta saham dengan nilai transaksi menembus ratusan miliar rupiah dan frekuensi transaksi mencapai puluhan ribu kali. Angka tersebut masih berpotensi meningkat seiring berjalannya sesi perdagangan.
Dari kelompok saham penggerak indeks, penguatan IHSG antara lain didukung oleh kenaikan saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BBNI. Selain itu, saham TPIA yang pada perdagangan sebelumnya mencatat pembelian bersih asing terbesar juga menjadi salah satu penopang pergerakan indeks. Penguatan saham-saham berkapitalisasi besar tersebut mampu mengimbangi tekanan yang masih terjadi pada sejumlah saham sektor teknologi dan telekomunikasi.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah bergerak relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat. Stabilnya pergerakan rupiah menjadi sentimen positif bagi pasar saham karena dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik dan mengurangi tekanan terhadap arus modal asing.
Secara teknikal, penguatan pada awal perdagangan menunjukkan adanya peluang terjadinya technical rebound setelah IHSG mengalami koreksi tajam sebesar 4,52 persen pada sesi sebelumnya. Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan sentimen global, terutama pergerakan bursa saham Amerika Serikat, harga komoditas, dan arah kebijakan suku bunga global.
Analis menilai level 5.300 masih menjadi area penopang (support) penting bagi IHSG dalam jangka pendek. Apabila mampu bertahan di atas level tersebut, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 5.400 hingga 5.500. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, IHSG berpotensi bergerak terbatas dan kembali menguji area support terdekat.
Dengan mulai membaiknya sentimen pasar regional dan munculnya aksi beli pada saham-saham unggulan, peluang pemulihan IHSG pada perdagangan hari ini masih terbuka, meskipun volatilitas diperkirakan tetap tinggi sepanjang sesi perdagangan.
Data AI
