Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (12/6) dibuka menguat 74,38 poin atau 1,26 persen ke posisi 5.960,27. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 9,97 poin atau 1,70 persen menjadi 596,81.
Penguatan indeks terjadi seiring meningkatnya minat beli investor pada saham-saham berkapitalisasi besar setelah pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam beberapa sesi terakhir. Sentimen positif mendorong pelaku pasar melakukan akumulasi terutama pada sektor perbankan, telekomunikasi, dan komoditas.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi terpantau cukup aktif dengan frekuensi transaksi sekitar 32 ribu kali, volume perdagangan mencapai sekitar 276 juta saham, dan nilai transaksi sekitar Rp411 miliar.
Saham-saham yang menjadi pendorong utama penguatan IHSG antara lain sektor perbankan besar yang memiliki bobot dominan terhadap pergerakan indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bergerak menguat di kisaran Rp5.400–Rp5.500 per saham, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di kisaran Rp2.800–Rp2.900 per saham, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga mencatat kenaikan pada awal perdagangan.
Selain saham perbankan, investor juga mulai melakukan pembelian pada sejumlah saham unggulan yang sebelumnya mengalami tekanan sehingga mendorong penguatan indeks secara lebih merata.
Dari sisi sektoral, penguatan terbesar ditopang oleh sektor keuangan yang menjadi tulang punggung pergerakan IHSG. Kenaikan saham-saham bank berkapitalisasi besar memberikan kontribusi signifikan terhadap tambahan puluhan poin pada indeks. Sektor infrastruktur dan teknologi juga ikut bergerak positif mengikuti membaiknya sentimen pasar.
Analis menilai penguatan IHSG pada awal perdagangan menunjukkan mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik. Selain ditopang aksi bargain hunting setelah koreksi tajam sebelumnya, pasar juga merespons positif berbagai upaya stabilisasi yang dilakukan otoritas untuk menjaga kepercayaan investor dan likuiditas pasar.
Secara teknikal, keberhasilan IHSG kembali menembus area 5.950 menjadi sinyal positif bagi pergerakan jangka pendek. Apabila mampu bertahan di atas level tersebut hingga akhir perdagangan, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area psikologis 6.000. Sebaliknya, area 5.900 diperkirakan menjadi level penopang terdekat jika terjadi aksi ambil untung.
Pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan sentimen global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta arus dana investor asing yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan pada sesi berikutnya. Penguatan LQ45 yang lebih tinggi dibandingkan IHSG juga mengindikasikan bahwa minat beli investor saat ini lebih banyak terfokus pada saham-saham unggulan berkapitalisasi besar dan memiliki likuiditas tinggi.
Data AI
