TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kimia Farma Siap Bangun Pabrik Obat di Arab Saudi

Nurdian Akhmad
20 April 2018 | 10:15
rubrik: Capital Market
Kimia Farma Siap Bangun Pabrik Obat di Arab Saudi

Pabrik Kimia Farma di Pulau Gadung, Jakarta Timur/foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia -PT Kimia Farma Tbk mulai serius melakukan ekspansi ke luar negeri. Kini, emiten produsen obat dengan kode KAEF ini tengah menyiapkan pembangunan pabrik farmasi di Arab Saudi.

Untuk pembangunan pabrik tersebut, KAEF bakal menggandeng Marei Bin Mahfouz Group, perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan perdagangan di Saudi.

Direktur Utama Kimia Farma Tbk Honesti Basyir menyatakan, pihaknya menargetkan tahun ini perseroan sudah mencapai kesepakatan dengan Marei Bin Mahfouz Group. “Setelah Lebaran kami akan kirim tim ke sana,” ujar Honesti di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Dia mengakui, tak mudah membangun fasilitas pabrik farmasi. Pasalnya, selain pembangunan fisik yang membutuhkan waktu paling cepat dua tahun, KAEF juga harus mengurus sejumlah sertifikasi untuk mendapat perizinan untuk mengedarkan obat. “Kalau berkaca dari Indonesia, bangun pabrik farmasi bisa memakan waktu sekitar tiga tahun, tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ucap dia.

Selain punya potensi pasar tinggi, Honesti bilang perizinan di Timur Tengah juga lebih ringkas. Untuk dapat mengedarkan obat di kawasan Timur Tengah dan beberapa negara di kawasan Afrika, KAEF hanya memerlukan satu lisensi izin edar yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi. “Jadi, perizinan lebih ringkas daripada kami membangun di kawasan lain,” ujar dia.

Meski belum menyebut nilai investasi di Arab Saudi, Honesti bilang, berdasarkan pengalaman KAEF membangun pabrik di Indonesia, dana minimum yang dibutuhkan sebesar Rp 1,2 triliun.  Dalam waktu dekat , KAEF juga akan membagikan dividen sebesar Rp 99,5 miliar atau 30% dari laba bersih KAEF tahun 2017.

BACA JUGA:   KAEF Siapkan Rp 1,2 T untuk Caplok Rumah Sakit
Tags: kimia farma
Previous Post

IHSG Dibuka Melemah 11,44 Poin

Next Post

Tembus Rp 13.815 per Dolar AS, Rupiah Makin Terperosok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR