Jakarta, BusinessNews Indonesia -PT Kimia Farma Tbk mulai serius melakukan ekspansi ke luar negeri. Kini, emiten produsen obat dengan kode KAEF ini tengah menyiapkan pembangunan pabrik farmasi di Arab Saudi.
Untuk pembangunan pabrik tersebut, KAEF bakal menggandeng Marei Bin Mahfouz Group, perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan perdagangan di Saudi.
Direktur Utama Kimia Farma Tbk Honesti Basyir menyatakan, pihaknya menargetkan tahun ini perseroan sudah mencapai kesepakatan dengan Marei Bin Mahfouz Group. “Setelah Lebaran kami akan kirim tim ke sana,” ujar Honesti di Jakarta, Kamis (19/4/2018).
Dia mengakui, tak mudah membangun fasilitas pabrik farmasi. Pasalnya, selain pembangunan fisik yang membutuhkan waktu paling cepat dua tahun, KAEF juga harus mengurus sejumlah sertifikasi untuk mendapat perizinan untuk mengedarkan obat. “Kalau berkaca dari Indonesia, bangun pabrik farmasi bisa memakan waktu sekitar tiga tahun, tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ucap dia.
Selain punya potensi pasar tinggi, Honesti bilang perizinan di Timur Tengah juga lebih ringkas. Untuk dapat mengedarkan obat di kawasan Timur Tengah dan beberapa negara di kawasan Afrika, KAEF hanya memerlukan satu lisensi izin edar yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi. “Jadi, perizinan lebih ringkas daripada kami membangun di kawasan lain,” ujar dia.
Meski belum menyebut nilai investasi di Arab Saudi, Honesti bilang, berdasarkan pengalaman KAEF membangun pabrik di Indonesia, dana minimum yang dibutuhkan sebesar Rp 1,2 triliun. Dalam waktu dekat , KAEF juga akan membagikan dividen sebesar Rp 99,5 miliar atau 30% dari laba bersih KAEF tahun 2017.
