Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada PT Bursa Efek Indonesia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Optimisme tersebut didorong oleh perkembangan positif terkait konflik di Timur Tengah yang dinilai mampu meningkatkan sentimen pasar.
Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam publikasi hariannya menyebutkan bahwa IHSG berpeluang bergerak menguat setelah mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan sebelumnya.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Selasa (16/6/2026). Indeks Dow Jones menguat 0,64%, sementara S&P 500 terkoreksi 0,57% dan Nasdaq melemah 1,15%. Pelemahan Nasdaq dan S&P 500 terutama dipengaruhi tekanan pada saham-saham teknologi akibat aksi ambil untung di sektor semikonduktor.
Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 3,36 basis poin menjadi 4,439%. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (US Dollar Index) melemah 0,09% ke level 99,54.
Pergerakan harga komoditas juga cenderung bervariasi. Minyak mentah WTI turun 5,82% menjadi USD76,05 per barel dan Brent terkoreksi 5,06% ke USD78,96 per barel. Harga batu bara melemah 1,09% menjadi USD135,50 per ton. Sebaliknya, minyak sawit mentah (CPO) naik 1,98% ke level MYR4.574 per ton dan emas menguat 0,45% menjadi USD4.331 per ons.
Dari kawasan Asia, mayoritas indeks bergerak campuran. Indeks Hang Seng turun 1,40%, Shanghai Composite melemah 0,11%, sedangkan Nikkei menguat tipis 0,13%.
Di dalam negeri, IHSG pada perdagangan sebelumnya melonjak 4,12% hingga ditutup di level 6.255. Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp105,929 miliar.
Rinciannya, pasar reguler mencatat net sell Rp107,2 miliar, sementara pasar negosiasi dan pasar tunai masing-masing mencatat net buy sebesar Rp925 juta dan Rp346 juta.
Saham-saham yang mencatat arus keluar dana asing terbesar di pasar reguler adalah BUMI sebesar Rp335,5 miliar, DSSA Rp184 miliar, dan ASII Rp144,5 miliar. Adapun saham yang menjadi tujuan utama pembelian investor asing adalah BMRI dengan net buy Rp543 miliar, disusul TPIA Rp396 miliar dan BBCA Rp203,6 miliar.
Secara sektoral, sektor bahan baku (IDXBASIC) menjadi sektor dengan kinerja terbaik, sedangkan sektor kesehatan (IDXHLTH) mencatat pelemahan terdalam. Penggerak utama kenaikan IHSG berasal dari saham BBCA, BMRI, dan BBRI. Sementara itu, saham SRAJ, SMMA, dan AADI menjadi penekan pergerakan indeks.
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, indeks KOSPI di Korea Selatan melemah 1,07%, sedangkan Nikkei Jepang menguat 0,32%.
“Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatannya seiring perkembangan positif terkait konflik di Timur Tengah,” tulis tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporannya.
Dengan dukungan sentimen eksternal yang membaik dan penguatan signifikan pada perdagangan sebelumnya, pelaku pasar akan mencermati keberlanjutan tren positif IHSG sepanjang sesi perdagangan hari ini.
