TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BEI dan IBCWE Luncurkan Temuan Awal Census on Women in Executive Leadership Team in IDX200 Companies 2022–2025

Agus Haryanto
17 June 2026 | 10:33
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) menyelenggarakan peluncuran temuan awal Census on Women in Executive Leadership Team (ELT) in IDX200 Companies (2022–2025) pada Senin (15/6) di Main Hall BEI, Jakarta.

Dengan mengusung tema “From Disclosure to Impact: Advancing Women’s Leadership in IDX200 Companies” acara ini mempertemukan lebih dari 200 pemimpin perusahaan, regulator, dan pembuat kebijakan untuk memaparkan pentingnya kesetaraan gender dalam kepemimpinan korporasi sebagai bagian dari agenda Environmental, Social, and Governance (ESG) yang lebih luas.

Census on Women in ELT in IDX200 Companies merupakan upaya penelitian berbasis data yang menganalisis laporan tahunan dan keberlanjutan dari 200 perusahaan tercatat dengan kapitalisasi pasar tertinggi di BEI selama periode 2022 hingga 2025. Hasil sensus memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi representasi perempuan di level kepemimpinan eksekutif Indonesia. Dalam acara yang diselenggarakan pada hari ini, temuan-temuan utama hasil sensus telah disampaikan dengan harapan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya partisipasi perempuan dalam posisi kepemimpinan di industri keuangan, khususnya pasar modal Indonesia.

Temuan awal dari data sensus mengungkap gambaran yang memerlukan perhatian bersama. Dari total 1.094 anggota Executive Leadership Team (ELT) yang tercatat di IDX200 pada 2025, hanya 164 anggota ELT atau sekitar 15% yang merupakan perempuan. Besaran angka tersebut cenderung serupa dengan anggota ELT pada 2022, dengan keterwakilan perempuan di ELT tercatat sebanyak 159 dari 1.059 anggota ELT. Adapun pada level tertinggi kepemimpinan, pada 2025 hanya 11 dari IDX200 Companies yang dipimpin oleh CEO perempuan, sama dengan tahun 2022, setelah sempat turun menjadi 10 perusahaan pada 2023 dan 2024. Data tersebut menunjukkan belum adanya pertumbuhan signifikan pada diversitas gender di tingkat kepemimpinan tertinggi dari IDX200 Companies.

BACA JUGA:   Ini Prediksi IHSG Hari Ini

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari para pucuk pimpinan lembaga penyelenggara. Komisaris Utama BEI Nurhaida, dalam sambutannya menegaskan komitmen BEI terhadap agenda kepemimpinan perempuan. “Bursa Efek Indonesia berupaya untuk menjadi role model dalam mendorong praktik-praktik keberlanjutan yang memberikan dampak nyata bagi seluruh ekosistem pasar modal Indonesia. Pelaksanaan sensus ini adalah salah satu bentuk kontribusi nyata kami dalam memperkuat basis data dan meningkatkan transparansi mengenai peran perempuan dalam posisi eksekutif”, ujar Nurhaida.

Senada dengan hal tersebut, Advisory Board IBCWE Andrie Darusman menyampaikan bahwa transparansi adalah kunci utama perubahan. “Melaporkan data gender bukan lagi sekadar pemenuhan kewajiban administratif atau kepatuhan regulasi. Ini harus menjadi sebuah mekanisme akuntabilitas strategis. Dengan mengintegrasikan indikator gender yang kuat ke dalam pelaporan ESG, perusahaan dapat secara sadar memetakan jalur karier karyawan perempuan, mengidentifikasi hambatan dalam pipeline kepemimpinan, serta menetapkan target dan memonitor dampaknya secara berkelanjutan,” tegas Andrie.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pidato kunci yang disampaikan oleh Minister Counsellor dan Head of Economic and Investment Kedutaan Besar Australia Jonathan Gilbert.

Melalui pemaparannya, Gilbert membagikan keberhasilan Australia dalam mendorong kesetaraan gender di tempat kerja melalui instrumen akuntabilitas seperti Workplace Gender Equality Agency (WGEA) dan Chief Executive Women (CEW) Senior Executive Census di ASX300 yang terbukti efektif menghasilkan perubahan sistemik. Berangkat dari keberhasilan implementasi tersebut, Pemerintah Australia melalui program Investing in Women turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus dan acara peluncuran ini.

“Seperti yang sering dikatakan, what gets measured gets managed. Sensus ini menghadirkan gambaran yang kredibel dan transparan tentang posisi kita saat ini — menyoroti kemajuan yang telah dicapai sekaligus kesenjangan yang masih perlu diatasi. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan, investor, dan regulator untuk lebih memahami tren yang ada, mengukur kinerja secara komparatif, dan mengidentifikasi area yang masih membutuhkan upaya lebih lanjut” ujar Jonathan.

Tags: bei
Previous Post

BCA Syariah Bedah Makna ‘Sahabat’ di Masjid Istiqlal

Next Post

RI Berpeluang Perkuat Posisi sebagai Pusat Ekonomi Halal Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR