TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Waspadai Koreksi Terbatas, Enam Saham BMRI, BRMS, SSIA, TINS, ANTM dan TPIA Jadi Pilihan

Busthomi
17 June 2026 | 07:11
rubrik: Capital Market
Kembali ke Tren Positif, Saham Ini Jadi Pilihan Trading: EMTK, EMAS, ESSA, MBMA, ADMR, dan WIFI

Ilustrasi trading saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 4.12 di level 6,254.96 tapi disertai dengan net sell asing ~105.86 Bn. Saham yang paling banyak di net sell asing adalah BUMI, DSSA, ASII, DEWA dan BRMS.

Untuk perdagangan hati ini, Karina Rusfidyawati, Retail Research Analyst BNI Sekuritas menyebutkan, laju IHSG hari ini berpotensi koreksi terbatas di range 6230-6260.

“Dengan level support IHSG akan berada di rentang 6230-6180 dan level Resist IHSG akan berada di kisaran 6280-6400,” ujar dia, dalam risetnya, Rabu (17/6/2026).

Trading Idea hari ini: BMRI, BRMS, SSIA, TINS, ANTM dan TPIA

  • BMRI Spec Buy dengan area beli di 4470-4500 cutloss di bawah 4400. Target dekat di 4550-4650.
  • BRMS Spec Buy dengan area beli di 650-660, cutloss di bawah 640. Target dekat di 670-690.
  • SSIA Spec Buy dengan area beli di 1645-1660, cutloss di bawah 1620. Target dekat di 1680-1715.
  • TINS Spec Buy dengan area beli di 3460-3480, cutloss di bawah 3400. Target dekat di 3510-3600.
  • ANTM Spec Buy dengan area beli di 3110-3130, cutloss di bawah 3060. Target dekat di 3160-3230.
  • TPIA Spec Buy dengan area beli di 2080-2100, cutloss di bawah 2050. Target dekat di 2130 2190.

Global Overnight Review

Wall Street Ditutup Beragam, Dow Jones Cetak Rekor Baru Saat Saham Teknologi Melemah. Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas turun pada perdagangan Selasa (16/6), seiring Dow Jones mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high).

Penguatan Dow Jones tersebut didorong rotasi investor dari saham teknologi ke sektor-sektor siklikal yang dinilai lebih diuntungkan oleh turunnya harga minyak. Dow Jones ditutup naik 0,64%.

BACA JUGA:   Akhir Pekan, IHSG Berkurang

Sedangkan, S&P 500 turun 0,57%, dan Nasdaq Composite melemah 1,15%. Di sisi emiten, saham Advanced Micro Devices (AMD) turun lebih dari 7%, Broadcom turun 4%, Micron Technology melemah 6%, dan Nvidia terkoreksi lebih dari 2%.

Sementara itu, saham Caterpillar memimpin kenaikan sektor industri dengan penguatan lebih dari 1%. JPMorgan Chase melonjak lebih dari 3% di tengah optimisme bahwa biaya energi yang lebih rendah dapat mempercepat kembali pertumbuhan ekonomi AS.

Pelaku pasar menilai turunnya harga minyak berpotensi menekan inflasi sekaligus meningkatkan daya beli konsumen.

Di sisi lain, Trump juga menyatakan Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling strategis di dunia, akan kembali dibuka pada Jumat (19/6).

Bahkan, pada Selasa, Trump menegaskan jalur tersebut akan tetap bebas biaya melampaui periode awal 60 hari yang telah diumumkan sebelumnya.

Bursa Asia Beragam, Fokus Beralih terhadap Keputusan BoJ dan RAB. Pasar saham Asia bervariasi pada perdagangan Selasa (16/6), disebabkan kabar kesepakatan damai awal antara AS dan Iran.

Namun, fokus investor kini beralih ke arah keputusan beberapa bank sentral, yaitu Bank of Japan (BOJ) dan Reserve Bank of Australia (RBA).

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,13%, sedangkan Topix terkoreksi 0,21%. Di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 2,11%, sedangkan Kosdaq melemah 1,48%.

Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 1,4%, Taiex Taiwan menguat 0,91%, dan ASX 200 Australia naik 0,04%.

Selain itu, FTSE Straits Times menguat 0,78% dan FTSE Malaysia naik 1,1%. Di sisi lain, Bank of Japan (BoJ) mengumumkan pada Selasa (16/6) bahwa menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar 25 bps menjadi 1%, keputusan tersebut sesuai ekspektasi pasar.

BACA JUGA:   Hari Ini: 4 Saham Kena Sanksi

Selain Jepang, Bank sentral Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,35%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Tags: sahamsaham hari ini
Previous Post

RUPST COIN Sepakati Penguatan Fundamental Bisnis dan Rombak Dewan Komisaris

Next Post

BEI Unsuspensi MMIX di Pasar Reguler dan Tunai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR