Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (19/6/2026), seiring membaiknya sentimen pasar global dan regional yang berpotensi mendorong minat investor terhadap aset berisiko.
Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam publikasi yang dirilis melalui laman resminya menyampaikan bahwa IHSG berpeluang bergerak naik pada perdagangan hari ini setelah pasar Amerika Serikat ditutup menguat pada Kamis (18/6/2026).
Kinerja positif bursa Wall Street tercermin dari kenaikan indeks Dow Jones sebesar 0,14 persen, S&P 500 sebesar 1,08 persen, dan Nasdaq yang melonjak 1,91 persen. Penguatan tersebut didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik serta ekspektasi terhadap arah kebijakan Federal Reserve yang meningkatkan sentimen risiko dan menopang saham-saham sektor teknologi.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun 3,4 basis poin menjadi 4,453 persen. Sementara itu, Indeks Dolar Amerika Serikat (U.S. Dollar Index) menguat 0,76 persen ke level 100,85.
Pada pasar komoditas, mayoritas harga ditutup melemah. Minyak mentah WTI turun 0,25 persen ke level USD 76,60 per barel. Namun, minyak Brent masih mencatat kenaikan 0,38 persen menjadi USD 79,85 per barel. Harga batu bara terkoreksi 2,81 persen ke USD 131,55 per ton, sedangkan crude palm oil (CPO) turun tipis 0,02 persen menjadi MYR 4.573 per ton. Harga emas juga melemah 1,10 persen ke posisi USD 4.210 per ons.
Sementara itu, bursa saham Asia pada Kamis (18/6/2026) ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Indeks Hang Seng turun 1,59 persen dan Shanghai Composite terkoreksi 0,43 persen. Sebaliknya, indeks Nikkei menguat signifikan sebesar 1,65 persen.
Di pasar domestik, IHSG ditutup melemah 0,78 persen ke level 6.172,34. Aktivitas investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp111,3 miliar. Dari jumlah tersebut, pasar reguler mencatat net sell Rp893,1 miliar, sedangkan pasar negosiasi membukukan net buy Rp781,8 miliar.
Saham-saham yang mencatat arus keluar dana asing terbesar di pasar reguler adalah BBRI dengan nilai Rp557,2 miliar, disusul MAPI sebesar Rp98,8 miliar dan DSSA sebesar Rp84,9 miliar.
Sebaliknya, saham AMMN menjadi emiten dengan arus masuk dana asing terbesar di pasar reguler senilai Rp150,8 miliar. Posisi berikutnya ditempati BMRI dengan inflow Rp106,9 miliar dan TPIA sebesar Rp82,6 miliar.
Dari sisi pergerakan indeks, saham-saham yang menjadi pendorong utama penguatan IHSG antara lain AMMN, BRPT, dan MDKA. Adapun saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap indeks adalah BBRI, TLKM, dan BBCA.
Memasuki perdagangan Jumat pagi, sentimen positif terlihat dari pembukaan bursa Asia. Indeks KOSPI dibuka menguat 2,88 persen, sementara Nikkei kembali naik 1,10 persen.
“Today, we anticipate the JCI to move up amid positive sentiment across global and regional markets,” tulis tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporannya.
Berdasarkan perkembangan tersebut, Samuel Sekuritas menilai IHSG berpotensi bergerak di zona hijau pada perdagangan hari ini dengan dukungan sentimen positif dari pasar global maupun regional.
