Jakarta, TopBusiness – PT Indonesian Paradise Property Tbk (IDX: INPP) atau Paradise Indonesia semakin mengandalkan pendapatan berulang (recurring income) sebagai motor utama pertumbuhan bisnis. Di tengah tantangan sektor properti yang masih dipengaruhi dinamika ekonomi global, model bisnis berbasis aset komersial dan perhotelan terbukti menjadi penopang kinerja perseroan.
Paradise Indonesia menargetkan kontribusi recurring income tetap berada di atas 75 persen dari total pendapatan sepanjang 2026. Angka tersebut menjadikan perseroan sebagai salah satu pengembang properti dengan porsi pendapatan berulang tertinggi di industri properti nasional.
Pendapatan berulang tersebut berasal dari operasional pusat perbelanjaan, hotel, serviced apartment, serta berbagai aset komersial lainnya yang menghasilkan arus kas secara berkesinambungan. Strategi ini membuat kinerja perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada penjualan properti yang umumnya bersifat siklikal.
Wakil Presiden Direktur Paradise Indonesia, Surina, mengatakan fondasi pertumbuhan perusahaan saat ini ditopang oleh kombinasi aset berkualitas, recurring income yang kuat, dan neraca keuangan yang sehat.
“Paradise Indonesia telah membangun pondasi pertumbuhan yang kuat melalui kombinasi portofolio aset berkualitas, recurring income yang dominan, neraca yang sehat, dan disiplin eksekusi proyek. Dengan dukungan tim manajemen yang diperkuat serta proyek-proyek baru yang mulai beroperasi, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pelanggan, mitra usaha, dan masyarakat,” ujar Surina dalam keterangannya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan pada 18 Juni 2026 yang dikutip, Jumat (19/6/2026).
Strategi tersebut mulai terlihat pada kinerja perusahaan. Pada kuartal I-2026, Paradise Indonesia membukukan EBITDA sebesar Rp100,67 miliar, meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, sepanjang 2025, pendapatan neto perseroan mencapai Rp1,74 triliun atau tumbuh 32,9 persen secara tahunan.
Penguatan recurring income juga ditopang oleh bertambahnya portofolio aset yang telah beroperasi dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2021, Paradise Indonesia secara konsisten menambah sumber pendapatan berulang melalui ekspansi beachwalk Shopping Center, akuisisi Antasari Place, pengembangan hotel-hotel baru, hingga peluncuran serviced apartment dan pusat gaya hidup di berbagai kota.
Terbaru, perusahaan meresmikan 23 Semarang Shopping Center pada 13 Juni 2026. Proyek yang menjadi bagian dari kawasan mixed-use terintegrasi tersebut diharapkan semakin memperkuat basis pendapatan berulang sekaligus meningkatkan kontribusi bisnis komersial perseroan.
Presiden Direktur Paradise Indonesia, Andri Hadi, mengatakan perusahaan optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.
“Dengan kombinasi pengalaman manajemen yang solid dan portofolio aset yang terus berkembang, Paradise Indonesia optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan yang telah terbangun selama beberapa tahun terakhir dan telah menjadi rekam jejak Perseroan dalam menjaga konsistensi realisasi proyek, memperkuat kualitas pendapatan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Selain mengandalkan recurring income, perusahaan juga menjaga kesehatan keuangan dengan rasio Net Debt to Equity (Net DER) yang rendah, yakni 0,21 kali. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi sekaligus menjaga stabilitas bisnis.
Di sisi lain, kerja sama strategis dengan Hankyu Hanshin Properties pada 2025 turut memperkuat prospek pertumbuhan perusahaan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi pengakuan atas kualitas portofolio Paradise Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan proyek-proyek baru yang dapat semakin memperbesar basis pendapatan berulang di masa depan.
Dengan semakin dominannya kontribusi recurring income, Paradise Indonesia menilai model bisnis yang berfokus pada aset komersial dan hospitality akan menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah siklus industri properti yang fluktuatif.
