Jakarta, TopBusiness – Platform pinjaman digital Tunaiku terus menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan PT Bank Amar Indonesia Tbk. Hingga kuartal I 2026, layanan pinjaman digital tersebut telah menyalurkan pembiayaan kumulatif lebih dari Rp 19 triliun sejak diluncurkan pada 2014 dan menjangkau lebih dari 500.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Kontribusi Tunaiku turut menopang kinerja keuangan Amar Bank yang pada kuartal I 2026 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar, tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Pertumbuhan kredit yang agresif serta perbaikan kualitas aset menjadi faktor utama pendorong pencapaian tersebut.
Berdasarkan laporan perusahaan, kredit bruto Amar Bank tumbuh 30,62 persen secara tahunan menjadi Rp4,16 triliun, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Kenaikan penyaluran kredit tersebut mendorong total aset perseroan meningkat 34,72 persen menjadi Rp6,93 triliun.
Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan tingginya pertumbuhan kredit mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan digital, khususnya di segmen ritel dan UMKM.
“Pencapaian kinerja positif di kuartal pertama 2026 ini merupakan bukti konsistensi strategi Amar Bank dalam menyediakan solusi keuangan digital yang aman dan tepercaya bagi segmen ritel dan UMKM. Pertumbuhan kredit kami yang berhasil melampaui rata-rata industri menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang kami hadirkan,” ujar Vishal dalam siaran persnya, Jumat (19/6/2026).
Menurut perseroan, Tunaiku menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terlayani secara optimal oleh layanan perbankan konvensional. Melalui proses pengajuan yang sepenuhnya digital, platform ini mampu menjangkau nasabah di berbagai daerah dengan proses yang lebih cepat dan efisien.
Pertumbuhan bisnis digital tersebut juga tercermin pada pendapatan operasional Amar Bank yang naik 13,82 persen menjadi Rp527,76 miliar. Sementara pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meningkat 15,58 persen menjadi Rp370,20 miliar.
Di saat yang sama, kualitas kredit perusahaan menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) net turun menjadi 0,86 persen pada Maret 2026 dari 1,48 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Senior Vice President Finance Amar Bank, David Wirawan, mengatakan pencapaian laba tertinggi tersebut juga ditopang oleh efisiensi operasional dan kuatnya permodalan perusahaan.
“Capaian laba tertinggi sepanjang masa ini membuktikan efisiensi operasional dan efektivitas manajemen modal kami, tercermin dari rasio CAR yang kuat di level 99,17 persen. Lonjakan DPK sebesar 115,46 persen secara tahunan juga berhasil mengoptimalkan biaya dana kami,” ujarnya.
Selain mengembangkan Tunaiku, Amar Bank terus memperluas ekosistem layanan digital melalui embedded banking. Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, mengatakan kerja sama dengan berbagai platform digital telah mendatangkan sekitar 10.000 nasabah baru dengan tingkat pengguna aktif mencapai 41,09 persen.
Ke depan, perseroan akan terus memperkuat pengembangan teknologi digital, memperluas layanan embedded banking, serta meningkatkan pembiayaan bagi segmen ritel dan UMKM. Amar Bank juga mulai memperluas dukungan ke sektor ekonomi kreatif, termasuk melalui keterlibatannya dalam JAFF Market guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku industri kreatif nasional.
Seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital, Tunaiku diproyeksikan tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama Amar Bank dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
