TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tinjau Lokasi Bencana Gempa Sulteng, Menteri Dody Prioritaskan Keandalan Infrastruktur Dasar

Albarsyah
21 June 2026 | 17:17
rubrik: Business Info
Tinjau Lokasi Bencana Gempa Sulteng, Menteri Dody Prioritaskan Keandalan Infrastruktur Dasar

Jakarta, TopBusiness – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung sejumlah infrastruktur dasar pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah. Peninjauan dilakukan pada Minggu (21/6/2026) dengan menyusuri Jalan Alternatif Palolo–Napu di Kabupaten Sigi untuk memastikan kondisi konektivitas wilayah, keandalan infrastruktur jembatan, serta keberlangsungan layanan air bersih bagi masyarakat.

Menteri Dody mengatakan, sejak hari pertama pascagempa Kementerian PU telah bergerak mendukung upaya penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Berbagai titik terdampak telah ditangani agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Saat ini titik-titik bencana telah ditangani. Kami di Kementerian PU mendukung Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi sejak hari pertama. Perhatian kami berikutnya adalah memastikan infrastruktur dasar yang digunakan masyarakat setiap hari tetap aman dan berfungsi dengan baik,” kata Menteri Dody melalui rilis PU.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menekankan bahwa jalan dan jembatan merupakan infrastruktur vital yang menjadi penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Menteri Dody meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah untuk melakukan pemeriksaan teknis kondisi dan keandalan infrastruktur jalan dan jembatan secara menyeluruh meskipun tidak terlihat mengalami kerusakan berat.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Jembatan Binangga Kenaw, Kecamatan Nokilalaki yang merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat.

“Tadi saya berdiri di jembatan dan ketika ada kendaraan melintas terasa ada getaran. Hal seperti ini harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis agar masyarakat mendapatkan kepastian bahwa infrastruktur yang mereka gunakan setiap hari benar-benar aman,” ujar Menteri Dody.

Menurut Menteri Dody, dalam kondisi pascabencana, keandalan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat.

BACA JUGA:   Kementerian PU Gelar Apel Siaga Satgas Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

“Jalan yang retak, jembatan yang terasa goyang, atau layanan dasar yang terganggu mungkin terlihat kecil, tetapi bagi masyarakat itu sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan rasa aman mekera. Karena itu saya meminta jajaran Kementerian PU tidak hanya melihat kerusakan yang terlihat, tetapi juga potensi risiko yang dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat,” lanjut Menteri.

Peninjauan juga dilakukan Menteri Dody pada Jembatan Posu yang membentang di atas Sungai Posu, Desa Sopu. Selain mengecek kondisi jembatan, Menteri Dody juga menyoroti kondisi kawasan hulu sungai yang terlihat memiliki cekungan berisi genangan air dan berpotensi menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi apabila tidak dimitigasi sejak dini.

Menurut Menteri Dody, pengalaman penanganan bencana di sejumlah daerah menunjukkan bahwa cekungan yang menampung air dalam jumlah besar dapat berkembang menjadi ancaman ketika curah hujan tinggi dan memicu longsoran maupun banjir bandang.

“Saya juga melihat ada cekungan berisi air di bagian atas. Ini harus segera dipetakan dan dimitigasi. Kalau ada potensi bahaya, kita harus cek dan antisipasi sejak awal. Kita tidak ingin menyesal karena sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody juga menginstruksikan kepada jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III untuk melakukan survei lebih lanjut guna mengetahui kondisi aktual di kawasan hulu, termasuk kemungkinan penanganan berupa pengendalian aliran air apabila diperlukan.

“Kita punya pengalaman di Cilacap, Jawa Tengah (Longsor Majenang), saya yakin kok kondisinya sama kayak di Jawa Tengah. Awalnya ada cekungan, berisi air, karena hujan terus-terusan, akhirnya karena hujannya makin lama makin berat, terus jebol cekungan itu. Solusinya kita buat saluran air, tapi seberapa perlunya hari ini, nanti kita lihat pelan-pelan,” tutur Menteri Dody.

BACA JUGA:   Situs Properti Ini Gelar Agent Awards

Selain konektivitas, Kementerian PU juga menaruh perhatian pada layanan air bersih bagi masyarakat pascabencana gempa. Kementerian PU memastikan Intake dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora, Kecamatan Nokilalaki yang menjadi sumber layanan air minum bagi masyarakat sekitar tetap beroperasi dan siap melayani selama masa pemulihan pascabencana.

Tags: Kementerian PUKementerian PUPR
Previous Post

10 Ruas Tol Baru Ditargetkan Siap Difungsionalkan Jelang Nataru

Next Post

BEI Unsuspensi SHIP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR