Jakarta, TopBusiness — Laju IHSG pada hari Rabu (24/06) ditutup melemah pada level 5,883.88 (-3.56%). Pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor Basic Materials (-6.64%) dan Energy (-5.99%).
Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp 1.23 Triliun di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti: BBRI, TPIA, AMMN, BMRI, dan BUMI.
Sentimen negatif disebabkan oleh respons negatif investor terhadap hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang masih mempertahankan Indonesia sebagai pasar berkembang (Emerging Market), namun memperpanjang masa evaluasi terkait reformasi pasar.
Kemudian nilai tukar Rupiah juga kembali melemah terhadap Dollar AS kembali menyentuh 18,000 Rupiah per USD.
“Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk bearish belt hold (bearish pattern), di bawah MA20, indikator Stochastic dead cross. Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami pelemahan. Berikut saham pilihan hari ini: HMSP, UNVR, INDF, dan DSSA,” sebut riset harian dari Research Team Reliance Sekuritas, Kamis (25/6/2026).
Sementara itu, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah. Sentimen negatif disebabkan oleh kekhawatiran yang terus muncul soal valuasi saham-saham teknologi yang sudah terlalu tinggi.
Namun, penurunan harga minyak mendorong saham maskapai dan sektor perjalanan, sehingga Dow justru ditutup menguat.
MARKET OUTLOOK
Pada pagi ini (saat laporan ini dibuat), mayoritas menguat. Seperti Indeks Nikkei 225 menguat +2.60% dan Kospi menguat +5.15%.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 5,840 dan resistance pada level 5,993 dengan kecenderungan melemah.,” ujarnya
Stock picks: HMSP, UNVR, INDF, DSSA
HMSP – Buy
- Harga masih di atas MA5.
- Walaupun candle terakhir berbentuk black spinning top, namun terlihat adanya akumulasi beli yang tercermin pada histogram hijau dalam indikator MACD.
- MACD golden cross.
- Entry : 640 – 660
- Resistance : 670 – 690
- Support : 615
- Stoploss : 610
- Target : 730
UNVR – Buy
- Harga masih di atas MA5 dan MA20.
- Candle terakhir berbentuk white spinning top (reversal patter), didukung adanya akumulasi beli yang tercermin pada histogram hijau dalam indikator MACD.
- MACD golden cross.
- Entry : 1,665 – 1,705
- Resistance : 1,740 – 1,790
- Support : 1,600
- Stoploss : 1,595
- Target : 1,890
INDF – Buy
- Harga masih di atas MA20.
- Candle terakhir berbentuk doji, didukung adanya akumulasi beli yang tercermin pada histogram hijau dalam indikator MACD.
- MACD golden cross.
- Entry : 6,675 – 6,825
- Resistance : 6,975 – 7,175
- Support : 6,400
- Stoploss : 6,375
- Target : 7,575
DSSA – Buy
- Harga masih di atas MA20.
- Walaupun candle terakhir berbentuk small black spinning top, namun terlihat adanya akumulasi beli yang tercermin pada histogram hijau dalam indikator MACD.
- MACD golden cross.
- Entry : 775 – 795
- Resistance : 810 – 835
- Support : 745
- Stoploss : 740
- Target : 880
