Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (26/6/2026) diperkirakan bergerak melemah di tengah sentimen negatif yang datang dari pasar global dan regional.
Berdasarkan riset harian Tim Samuel Sekuritas Indonesia yang dipublikasikan melalui laman resmi perusahaan, IHSG diproyeksikan mengalami penurunan setelah mayoritas bursa global dan kawasan Asia menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan.
Di pasar Amerika Serikat, perdagangan Kamis (25/6/2026) ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones menguat 0,14%, sementara S&P 500 turun tipis 0,01% dan Nasdaq terkoreksi 0,46%. Pelemahan tersebut dipengaruhi aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI), meskipun kinerja emiten semikonduktor masih mencatat hasil yang positif. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap inflasi turut mempertahankan ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve.
Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun tercatat berada di level 4,392%, sementara indeks dolar Amerika Serikat (U.S. Dollar Index) melemah 0,18% ke posisi 101,43.
Dari pasar komoditas, mayoritas harga ditutup menguat. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,25% menjadi USD71,92 per barel, sedangkan Brent meningkat 2,06% ke level USD75,26 per barel. Sementara itu, harga batu bara turun 0,43% menjadi USD128,50 per ton dan crude palm oil (CPO) melemah 1,64% ke posisi MYR4.557 per ton. Harga emas justru menguat 0,68% menjadi USD4.027 per ons.
Di kawasan Asia, perdagangan Kamis (25/6/2026) juga berakhir bervariasi. Indeks Hang Seng terkoreksi 1,43%, sedangkan Nikkei melonjak 4,61% dan Shanghai Composite menguat 0,23%.
Adapun IHSG pada perdagangan sebelumnya berhasil ditutup menguat 1,96% ke level 5.999,04. Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp298,8 miliar. Nilai tersebut terdiri atas jual bersih Rp201 miliar di pasar reguler dan Rp97,8 miliar di pasar negosiasi.
Di pasar reguler, saham yang mencatat arus keluar dana asing terbesar adalah BMRI sebesar Rp224,1 miliar, disusul BBRI Rp93,2 miliar dan KLBF Rp43,5 miliar.
Sebaliknya, saham dengan arus masuk dana asing terbesar adalah NATO sebesar Rp84,7 miliar, diikuti DSSA Rp80,7 miliar dan TPIA Rp64,7 miliar.
Samuel Sekuritas juga mencatat saham-saham yang menjadi penggerak utama penguatan indeks pada perdagangan sebelumnya, yakni MORA, ASII, dan BBCA. Sementara itu, saham yang menjadi pemberat pergerakan indeks antara lain AMMN, BRMS, dan ADMR.
Memasuki perdagangan Jumat pagi, bursa Asia dibuka di zona merah. Indeks KOSPI melemah 2,04%, sedangkan Nikkei turun 1,42%.
Dengan mempertimbangkan perkembangan pasar global dan regional tersebut, Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG berpotensi bergerak melemah pada perdagangan hari ini akibat sentimen negatif yang masih membayangi pasar keuangan dunia maupun kawasan Asia.
