TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Rebound pada Pembukaan Perdagangan, LQ45 Masih Bergerak Melemah

Agus Haryanto
26 June 2026 | 09:23
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia mengawali perdagangan Jumat di zona hijau dengan menguat 11,30 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.010,34. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 bergerak berlawanan arah dengan turun 0,71 poin atau 0,12 persen ke level 587,04.

Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi berlangsung cukup aktif. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp690 miliar dengan volume perdagangan mencapai sekitar 1,15 miliar saham yang berpindah tangan dalam sekitar 78 ribu kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan saham yang melemah sehingga menopang pergerakan IHSG di zona positif.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penggerak utama penguatan indeks pada awal perdagangan. BBRI naik Rp50 menjadi Rp2.920, BRPT menguat Rp40 menjadi Rp1.630, INDF bertambah Rp25 ke level Rp6.750, AMMN naik Rp20 menjadi Rp3.780, CUAN menguat Rp20 ke posisi Rp675, dan ESSA naik Rp15 menjadi Rp660.

Di sisi lain, kenaikan IHSG masih tertahan oleh pelemahan beberapa saham unggulan. BBCA turun Rp75 menjadi Rp6.150, BMRI melemah Rp50 ke level Rp4.170, BBNI turun Rp30 menjadi Rp3.460, ASII terkoreksi Rp20 ke posisi Rp4.710, dan PGAS turun Rp10 menjadi Rp1.550.

Analis menilai penguatan pada awal perdagangan mencerminkan masih adanya minat beli investor setelah indeks berhasil kembali menembus level psikologis 6.000. Namun, pelemahan indeks LQ45 menunjukkan aksi beli belum merata karena sebagian pelaku pasar masih melakukan profit taking pada saham-saham unggulan yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan.

Secara teknikal, selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.000, peluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.050 hingga 6.100 masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan indeks kembali turun di bawah level tersebut, IHSG berpotensi bergerak konsolidatif sambil menunggu sentimen baru dari perkembangan global maupun domestik.

BACA JUGA:   Kontrak Migas yang Telah Jalan Tetap Dihormati, Kata Jokowi

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Penjualan Sold Out, RISE Siap Luncurkan Hunian Baru di Grand Sunrise Menganti

Next Post

Kredit Motor di Jakarta Fair 2026? Jangan Sampai Ditolak, Ini 4 Hal yang Wajib Disiapkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR