Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (29/6/2026) diperkirakan kembali berada di zona merah seiring masih kuatnya sentimen negatif dari pasar global maupun regional.
Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam publikasi hariannya menyampaikan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan setelah mayoritas bursa saham dunia ditutup terkoreksi pada akhir pekan lalu.
Di pasar Amerika Serikat, ketiga indeks utama kompak berakhir di wilayah negatif pada perdagangan Jumat (26/6). Indeks Dow Jones turun 0,09 persen, S&P 500 melemah 0,05 persen, sementara Nasdaq terkoreksi 0,24 persen. Pelemahan Nasdaq menjadi yang kelima secara berturut-turut, dipicu merosotnya saham-saham sektor semikonduktor serta melemahnya sentimen teknologi menyusul laporan mengenai penundaan rencana penawaran umum perdana (IPO) OpenAI.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun 0,54 persen menjadi 4,369 persen. Sementara itu, Indeks Dolar Amerika Serikat (U.S. Dollar Index/DXY) melemah tipis 0,07 persen ke level 101,36.
Tekanan juga terjadi di pasar komoditas. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,74 persen menjadi US$69,23 per barel, sedangkan minyak Brent melemah lebih dalam sebesar 4,34 persen ke level US$71,99 per barel.
Harga batu bara juga terkoreksi 1,95 persen menjadi US$126 per ton. Sebaliknya, harga crude palm oil (CPO) masih menguat 0,24 persen menjadi 4.568 ringgit Malaysia per ton, sementara emas naik 1,54 persen menjadi US$4.089 per ons.
Dari kawasan Asia, mayoritas bursa saham juga mencatatkan pelemahan pada perdagangan Jumat. Indeks Hang Seng turun 1,76 persen, Nikkei anjlok 4,15 persen, sedangkan Shanghai Composite terkoreksi 2,26 persen.
Sejalan dengan pelemahan bursa regional, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup turun 1,72 persen ke level 5.896,13. Investor asing juga kembali mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp537,2 miliar, yang terdiri atas penjualan bersih Rp302,2 miliar di pasar reguler dan Rp235 miliar di pasar negosiasi.
Di pasar reguler, saham-saham yang mencatatkan net sell asing terbesar adalah BMRI sebesar Rp173,9 miliar, EMAS Rp152,8 miliar, dan ASII Rp87,4 miliar. Sebaliknya, saham yang paling banyak diburu investor asing adalah BBCA dengan nilai beli bersih Rp429,7 miliar, disusul DSSA Rp95,5 miliar dan BBRI Rp75,1 miliar.
Dari sisi pergerakan indeks, saham BBCA, BBRI, dan BHAT menjadi penopang utama IHSG. Sementara itu, saham BREN, EMAS, dan BRMS menjadi pemberat terbesar bagi pergerakan indeks.
Memasuki perdagangan Senin pagi, tekanan di kawasan Asia masih berlanjut. Indeks KOSPI dibuka melemah 2,28 persen, sedangkan Nikkei turun tipis 0,05 persen.
Melihat kondisi tersebut, Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan kembali bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Tekanan diperkirakan masih berasal dari sentimen negatif di pasar global dan regional yang mendorong investor bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
